10 Hari Melaut, Nelayan di Parigi Atas Nama Ramli Djuko ‘Hilang’ Saat Memancing

0
607

PARIMO || matarakyatindo.com – Salah seorang nelayan ikan tuna bernama Ramli Djuko alias Unu (40) warga Kelurahan Bantaya RT 013 RW 007 alamat jalan Nani Wartabone Kecamatan Parigi dinyatakan ‘hilang’ setelah pergi melaut sejak Sabtu (14/12/2019) belum kembali kedarat.

Berdasarkan informasi kerabat korban, Martha Mohi Djuko (Kakak Kandung) kepada matarakyatindo.com menyatakan, bahwa korban sejak pergi melaut pada Sabtu sepekan lalu belum juga kembali. Padahal selama adiknya pergi melaut memancing ikan tuna hanya berdurasi lima hari saja sudah merapat kedarat.

“Paling tidak adik saya itu kalau mengail ikan tuna hanya sampai lima hari paling lama. Tapi hingga terhitung 10 hari ini tidak terdengar informasinya. Itupun hanya diketahui saat saya menghadiri pesta nikah keponakan suamiku di Bantaya pantai” tutur Martha.

Sesuai hasil informasi yang diterima sambung Martha, perahu yang dipakai adiknya (Unu) dilihat oleh warga Ampana yang kebetulan melintas diwilayah sembilan mil dari garis pantai Malakosa sudah terbalik, namun hanya sebuah gabus ukuran sedang merek AWA, tali senar (urat), jam tangan korban, jerigen minyak ukuran 30 liter, tali, power tenaga Surya dan perangkat memancing (taliurat) didalam wadah warnah biru, terangnya.

Martha katakan, ketika adiknya ini pergi memancing, korban menggunakan perahu ukuran sedang dan hanya sendirian. Tapi saat informasi belum kembalinya korban, dirinya merasa was-was atas keselamatan adiknya itu.

“Semoga Allah melindungi adikku dan bisa berjumpa dengan keluarga. Apa lagi istrinya bernama Hartati Hemuto yang memiliki anak empat orang masih dalam keadaan trauma atas tidak terlihatnya suami tercinta” ungkapnya sembari mengusap air mata.

Dia berharap kiranya adik terakhirnya ini bisa selamat dan ditemukan keberadaannya, dengan harapan kiranya tim Basarnas dan Pol Airud dapat membantu pencarian korban, pintanya.

Sementara, teman korban bernama Oten mengisahkan jika korban saat merapat disalah satu rumpon malam itu dalam keadaan ombak besar serta angin kencang, menyebabkan beberapa nelayan yang bergantung di rumpon dengan terpaksa melepaskan diri.

Korban diduga malam itu mencari rumpon lain untuk berlindung. Tapi ketika pagi hari, ternyata korban tidak keliatan. Sedangkan teman nelayan lainnya langsung kembali kedarat pasca angin ribut malam itu.

“Korban sempat pamitan mencari rumpon lain karena rumpon awal sudah tidak mampu pakai berlindung. Tapi kabar terakhir, perahu korban ditemukan nelayan Ampana lalu memposting hasil temuan ke WA. Atas keyakinan kami, korban masih selamat tapi butuh bantuan” pungkasnya.

Reporter : Pde Husain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here