Melalui RDP, Komisi II DPRD Parimo ‘Tegur’ Distributor Akibat Kelangkaan Pupuk, Apa Penyebabnya ?

0
293

Foto : RDP Komisi II bersama mitra di ruang Komisi, Senin (15/3/2021) By Pde

PARIMO | matarakyatindo.com – Kelangkaan pupuk ditengah pandemi saat ini, khususnya di wilayah Torue-Balinggi-Sausu (Tobasa) sungguh sangat ‘mencemaskan’ petani.

Ironinya lagi, ketika kelangkaan pupuk jadi cibiran kaum tani, ternyata salah satu pengecer pupuk di Kecamatan Torue ‘diberhentikan’ oleh distributor pupuk. Penyebabnya, pupuk semakin langka, petanipun menjerit.

Apa tanggapan wakil rakyat di DPRD Parigi Moutong ketika menanggapi ‘teriakan’ petani soal kelangkaan pupuk saat ini ?

DPRD Parimo melalui Komisi II langsung melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka mencari solusi penyebab terjadinya kelangkaan pupuk serta penghentian pengecer pupuk oleh distributor wilayah Selatan Parimo.

Pantauan matarakyatindo.com saat RDP antara Komisi II DPRD Parimo dipimpin Moh. Zain bersama Drs H. Suardi, Solihin, Umi Kalsum, Mastulah dan H. Masrin Said serta Dinas Perdagangan
Perindustrian, perwakilan petani, pengecer pupuk dan Distributor berlangsung alot.

Perwakilan petani sangat berharap kepada pemerintah daerah dan para wakil rakyat untuk selalu membela kaum tani yang saat ini tidak mendapatkan pasokan pupuk bersubsidi.

“Mohon bantuannya pak Dewan dan Pemerintah daerah agar kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah kami segera teratasi…!hanya disini tempat kami melapor” kata petani.

Ketua Komisi II Moh.Zain mengatakan, kelangkaan pupuk saat musim tanam memang sangat mengganggu jadwal tanam petani akibat kelangkaannya.

Sementara kebutuhan pupuk kata Zain sangat besar di wilayah Kecamatan Torue, mengingat jumlah Kelompok tani yang masuk dalam EDRKK sebanyak 23 kelompok dibawah naungan Toko Sentra tani di Tolai.

“Inilah pengecer yang dipercaya petani sebagai suplai pupuk bersubsidi, namun telah diberhentikan sepihak oleh distributor tanpa melalui teguran awal. Penyebabnya pupuk semakin langka” kata Zain.

Komisi II sebagai mitra sangat berharap agar pihak distributor pupuk di wilayah Selatan Parimo untuk memikirkan soal penghentian salah satu penyalur di Kecamatan Torue.

Jika terjadi kesalahan, mari diperbaiki lagi demi keselamatan kaum tani yang saat ini siap tanam kembali, karena wakil rakyat bukan penentu kebijakan, namun sebagai penengah untuk menjaga kestabilan pupuk dilingkup petani, ujar Ketua Komisi II ini disahuti anggota Komisi lainnya.

“Yang terpenting, bagaimana caranya pengecer yang sudah diberhentikan ini digenggam kembali, walaupun sistim sudah menyetop pendistribusian pupuk” ujarnya saat RDP, Senin (15/3/2021).

Rusdi selaku Kepala PT Pertani Cabang Sulteng wilayah Tobasa dan Parigi Selatan menjawab, bahwa pihaknya tidak melakukan penghentian penyalur pupuk. Namun hal itu karena adanya sistim, sehingga dilakukan penghentian sementara oleh karena ada hal-hal yang terjadi dilapangan.

Sistim penyaluran pupuk bersubsidi ini kata Rusdi memiliki tata cara yang berkaitan dengan aturannya. Jika terjadi ‘eror’ sistim penyalurannya di lapangan maka secara otomatis sistim menghentikannya.

Ketika ditanyakan apa pelanggaran paling fatal kepada penyalur jika terjadi ‘eror’ dalam pendistribusian pupuk ? Menurut Rusdi bahwa pelanggaran paling fatal minimal untuk petani yang punya jatah seratus sak pupuk harus dibagi seratus sak juga.

“Semua itu kadang tidak dipahami oleh petani bahwa pupuk bersubsidi itu tidak bisa dijual melebihi ketentuan harga eceran tertinggi (Het). Jika terjadi kesalahan maka sistim yang menyetop pendistribusian pupuk” ungkap Kepala Pertani cabang Sulteng wilayah Tobasa dan Parigi Selatan ini.

Soal diaktifkan kembali penyalur yang terdampak sistim itu kata Agus kemungkinan akan diberlakukan tahun berikutnya. Yang terpenting penyalur yang terdaftar itu tidak melakukan ‘eror’ lagi, pungkasnya. (**)

Penulis : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here