25 Warga Gorontalo dari Tarnate Batal Pulang Kampung, Ternyata Ini Penyebabnya..!!

0
72
Puluhan warga Gorontalo dan Manado yang tertahan di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate. Mereka tidur di lantai seadanya selama 4 hari. (Foto: Istimewa/Kumparan)

Maluku Utara || matarakyatindo.com Sebanyak 25 orang warga Gorontalo yang terlantar di pelabuhan Ahmad Yani, Ternate masih harus bersabar. Pasalnya, mereka belum bisa pulang ke kampung halamannya karena tak diterima oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Penolakan ini berkaitan dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gorontalo sejak 4 Mei 2020 silam.
“Untuk Gorontalo belum bisa diberangkatkan karena belum ada mediasi antara Pemprov Maluku Utara dengan Pemprov Gorontalo,” kata Taher Lahetupa, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Selasa (12/5).
Kendati begitu, Taher mengaku sudah pernah membangun komunikasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro terkait dengan belasan warganya yang masih tertahan di Ternate.
Namun menurut Taher, Jamal mengatakan bahwa Gubernur Gorontalo tetap bersikeras tidak akan menerima orang yang masuk ke wilayahnya selama masa PSBB.
Dari pantauan media di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate. Upaya untuk memberangkat warga Gorontalo ini berjalan cukup alot. KM. Permata Obi yang direncanakan berangkat sekitar pukul 08.00 WIT pun molor hingga pukul 02.00 WIT.
Berbagai lobi dilakukan guna meloloskan warga tersebut ke Sulawesi Utara. Upaya itu bahkan melibatkan paguyuban Kerukunan Keluarga Gorontalo yang ada di Maluku Utara. Namun pada akhirnya keputusan untuk tidak memberangkatkan belasan orang tersebut diambil.***
Artikel ini sebelumnya telah terbit di media Kumparan dengan Judul “Ada PSBB, 25 Warga Gorontalo Batal Pulang Kampung”
Editor : Wahyudin S. Muhdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here