Polsek Tomini Tangkap 6 Pelaku Bom Ikan di Perairan Teluk Tomini

1
4910

Parimo || matarakyatindo.com Sebanyak enam orang terduga pelaku bom ikan ditangkap polisi usai melakukan aksinya di Perairan Teluk Tomini Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Effendi Lubis, SIK melalui Kapolsek Tomini IPDA Moh. Devan N. Habie, SH mengatakan bahwa para pelaku pengeboman ikan ditangkap sesaat setelah melakukan aksinya di perairan Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong.

“Keenam terduga pelaku itu masing-masing adalah Sukrin (52) Suku Tialo warga desa Tingkulang Kecamatan Tomini, Ridwan (35) suku Kaili warga desa Ogotion Kecamatan Mepanga, Suaip (37) suku Tialo Warga Desa Ogotion Kecamatan Mepanga, Zulkifli (34) Suku Bajo warga desa Ogotion Kecamatan Mepanga, Absan (24) Suku Tialo warga Desa Ogotion Kecamatan Mepanga dan Fahmi (15) anak dibawah umur Suku Bajo dan berstatus sebagai pelajar warga desa Ogotion Kecamatan Mepanga, ditangan pelaku, Anggota kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 buah perahu, 7 botol berisi bahan peledak, dan perlengkapan alat bom lainnya serta perlengkapan alat selam” Jelas Kapolsek Tomini IPDA Moh. Devan, Minggu (21/06/2020) siang.

Penangkapan keenam pelaku tersebut berawal saat polisi menindaklanjuti laporan warga nelayan di wilayah Kecamatan Tomini yang resah dengan aktivitas para pengemboman ikan tersebut.

Anggota Polsek Tomini yakni Kanit Binmas AIPDA Suparlin dan Briptu Moh. Akbar dibantu oleh warga setempat langsung melakukan pengintaian sejak hari Sabtu siang.

“Akhirnya dengan koordinasi yang baik, kami berhasil menangkap para pelaku yang sedang istirahat keesokan harinya” Tambah Kapolsek Tomini IPDA Moh. Devan N. Habie, SH

Saat ini, terduga pelaku ditahan dan barang bukti diamankan di Mapolsek Tomini untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan tersangka diketahui bahwa keenam tersangka telah terbukti melakukan Tindak Pidana Perikanan berupa melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) yang dapat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 dan/atau Pasal 100 B Jo Pasal 8 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat 1 ke- 1 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1, 2 miliar,” tandas IPDA Moh. Devan

Reporter : Yunus

1 KOMENTAR

  1. Yg sangat disayangkan dari berita ini adalah jurnalisnya memasukkan unsur SARA kedalam redaksi penulisannya. Apa pentingnya suku dalam sebuah berita?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here