Ada Apa Ya? Dua Pejabat Desa, Dari 278 Desa Diperiksa Kejari Parimo

0
619

PARIMO | matarakyatindo.com – Kejaksaan Negeri Parigi Moutong kembali menerima laporan masyarakat atas kinerja pemerintah desa beberapa waktu lalu. Dari laporan tersebut tak lain di Kecamatan Toribulu, dimana ada dua Desa yang dilaporkan masyarakatnya ke Kejari Parimo.

Hal itu dibenarkan Kasi intel Mohammad Rifaizal SH saat memberikan keterangan kepada wartawan matarakyatindo.com, di ruang kerjanya, Senin (3/02 2020).

“Ya di Tahun 2019 ada sejumlah laporan masyarakat ke Kejari, salah satu prestasinya di tahun kemarin, yakni melakukan penindakan kepada tiga desa yang saat ini telah menjalani proses hukum di pengadilan Tipikor Palu,” ungkap Kasi Intel.

Kali ini pihaknya kembali mendapat kepercayaan masyarakat bahkan untuk melaporkan ke APIP terkait laporan penyalahgunaan anggaran Dana Desa (ADD), yakni meminta pihak kejaksaan memeriksa, dengan pertimbangan dan aturan yang ada.

Ada dua Desa diadukan yang terindikasi dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD).Dia menegaskan ada sejumlah poin yang jadi acuan laporan kepada kejari, terkait dugaan penyalahgunaan dana desa, pada Tahun Anggaran 2017dan 2018.

“Memang kami menerima dari beberapa laporan warga adanya dugaan kuat penyalahgunaan dana desa, yakni dua Desa yang kami periksa dari laporan tersebut, yaitu desa TS dan desa TU, “ungkap dia.

Dari dua Desa lanjutnya, yang dilaporkan sejauh ini, baru perangkat desa yang di undang pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa, “Desa TU dan Desa TS.

Berdasarkan pantauan Matarakyatindo.Com nampak aparatur desa dari kedua desa itu hadir memenuhi panggilan pihak kejaksaan, untuk menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik kejaksaan.

Diakhir wawancara Rifaizal belum bisa menyampaikan secara pasti terkait laporan masyarakat, karena masih melakukan full baket dan full data, terhadap desa TU dan TS, serta mendalami laporan guna penyelidikan dugaan dana desa. Apakah dari laporan masyarakat benar atau bagaimana, dan memastikan kepastian hukum.

Reporter : Deni ReinaldiĀ 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here