Adhan Dambea: Perda Hanya Hiasan

0
639

Gorontalo – matarakyatindo.com  Maraknya peredaran miras di Provinsi Gorontalo membuat adhan Dambea selaku mantan walikota Gorontalo angkat bicara.

Pasalnya, miras dinilai meresahkan masyarakat karena merupakan salah satu sumber pemicu tindakan kriminalitas ditengah masyarakat.

“Berdasarkan hasil survey Depkes, ini gorontalo ini pengkonsumsi minuman keras keempat di indonesia, Sulut, NTT, Bali baru gorontalo. Sementara pernyataannya Gubernur menyatakan bahwa bandar-bandar supaya ditembak. Sebetulnya itu keliru, tidak perlu harus tembak-tembak tetapi polanya harus ditangani, jangan masalah ini diserahkan semua pada polisi tetapi pemerintah daerah itu yang bertanggung jawab terhadap keamanan rakyat, itu diatur dalam Undang-undang. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada aparat pemerintah agar benar-benar masalah minuman keras ini supaya mendapat perhatian serius”. Ucapnya.

Adhan juga mengungkapkan bahwa pemerintah tidak pernah ada upaya dalam menangani masalah panah wayer yang meresahkan masyarakat melainkan semua diserahkan kepada kepolisian.

“Belum lagi di Kota Gorontalo itu, dengan adanya panah wayer ini juga yang membuat resah masyarakat sementara tidak pernah ada upaya pemerintah untuk, cuma semua diserahkan kepolisi. Saya fikir bahwa polisi, polisi memang tanggung jawab mereka itu tetapi pemerintah harus mengkoordinir juga mengamankan rakyat kota gorontalo”. Ungkapnya.

Mantan walikota ini juga menambahkan bahwa hal ini sebenarnya mudah hanya saja pemerintah tidak mengurusi persoalan minuman keras padahal masyarakat merasa tidak aman dengan adanya minum keras. Sehingganya ia meminta kepada seluruh pemerintah baik bupati, walikota, gubernur supaya menjadikan perhatian serius pada minuman keras ini.

“Ini miras sebenarnya gampang kalau serius, karena saya sudah pernah lakukan itu tetapi kenyataannya ini hasil survey dari kementrian kesehatan 2018 gorontalo ini pengkonsumsi minuman keras keempat. Ini suatu gambaran bahwa pemerintah tidak pernah urus ini soal minuman keras sementara rakyat merasa tidak aman dengan adanya minuman keras. Oleh karenanya saya minta pada pemerintah baik semua bupati, walikota, gubernur supaya menjadikan perhatian serius minuman keras ini”. Tegasnya.

Adhan juga mengaku bahwa pada masa kepemimpinannya, angka kriminal menurun drastis namun saat ini tingkat kriminal meningkat kembali karena bersumber dari minuman keras.

“Angka kriminal itu waktu saya walikota itu drastis turunnya, Sekarang naik lagi masalah kriminal karena bersumber dari minuman keras. Oleh karenanya, harus dibersihkan minuman keras di gorontalo”.

Solusinya adalah perda. Tapi menurutnya gubernur lebih serius pada perda merokok dari pada perda maksiat. Ia juga mengatakan bahwa perda dibuat hanya untuk sekedar hiasan.

“Kan sudah ada perda, di Provinsi itu ada perda tapi saya mau lihat di Provinsi itu ada perda maksiat, diproduksi tahun 2003 waktu pak halim usman, waktu PPP. Di provinsi gorontalo ada perda merokok tapi gubernur lebih serius pada merokok daripada perda maksiat. Jadi ini dibuat perda hanya sekedar hiasan. Saya waktu walikota, dua orang sampe dipengadilan negeri dapat hukuman dua-dua bulan, kapok itu para penjual”. Tutupnya

Hingga berita ini di terbitkan, Pihak pemerintah belum di konfirmasi.

Reporter : Hamdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here