Aksi ‘Tipu’ Pengurusan Berkas Bantuan UMKM Menjengkelkan, Tiga Penerima Bantuan Kena Jeratan

0
399

PARIMO | matarakyatindo.com – Untuk diketahui, program BPUM untuk UMKM saat ini merupakan bantuan bagi pelaku usaha yang terdampak Covid-19 tahun 2020.

Selain itu, program BPUM untuk UMKM ini sebagai stimulus pemerintah dalam membangkitkan perekonomian di Indonesia, dalam rangka pemulihan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun, justru dengan datangnya bantuan tersebut, ternyata ada oknum yang mengatasnamakan orang Dinas tertentu melakukan aksi ‘tipu’ pengurusan berkas bantuan UMKM yang menjengkelkan.

Kejadian ini terjadi di desa Tomoli Kecamatan Ampibabo Parigi Moutong Sulawesi Tengah beberapa hari lalu kepada tiga orang penerima UMKM melalui Bank terdekat, dimana untuk tiga penerima bantuan UMKM dengan terpaksa mengorek uang bantuan perorang Rp 900 Ribu untuk diserahkan kepada seseorang yang mengaku sebagai pegawai di Dinas terkait.

Tak terima dengan ‘paksaan’ oknum tersebut, warga yang terkena jeratan aksi ‘penipu’ bernama Pak TM langsung menghubungi salah seorang pejabat Esselon III Pemda Parimo, Kamis malam (24)12/2020) sekira pukul 20.00 wita guna mempertanyakan soal permintaan dana dimaksud.

Menurut TM (korban tipu), beberapa saat lalu dirinya didatangi oknum penipu untuk meminta legalitasnya (KTP) untuk berkas permohonan bantuan UMKM 2020.

“Karena saya percaya yang datang mengatasnamakan orang Dinas Koperasi, saya berikan KTP termasuk KTP istri dan keponakan kami jumlah KTP tiga orang” lapornya.

Setelah beberapa Minggu, nama ketiga pemohon bantuan kami, kata TM telah tercatat sebagai penerima bantuan UMKM Rp 2,4 juta di Bank terdekat.

Setelah dana bantuan diterima, ternyata oknum aksi ‘penipu’ mendatangi kami dengan menyebut bahwa hasil berkas pengurusan harus diberikan kepada orang Dinas dengan nilai Rp200 ribu untuk pengurusan berkas, Rp 200 ribu lagi untuk pengurusan orang dalam dan Rp500 ribu untuk “Dinas Koperasi” dengan total Rp 900 ribu / orang.

“Jadi kami bertiga menyerahkan uang Rp 2.700 ribu. Itupun dengan terpaksa karena tetangga kami yang menerima tidak ada uang bantuannya keluar sedikitpun. Makanya saya pertanyakan hal seperti ini” urai korban penipuan.

Ketika ditanyakan oleh pejabat yang dihubunginya ini apakah oknum Dinas koperasi yang meminta dana itu disebut nama mereka ? Kata Pak TM warga desa Tomoli tidak disebutkan, tapi yang datang kepadanya bernama Harman dan Dilla juga warga Tomoli Kecamatan Ampibabo, kata pelapor.

Sementara, seorang pejabat yang dihubungi korban semalam, kepada matarakyatindo.com mengatakan bahwa aksi tipu mengatasnamakan oknum Dinas Koperasi itu tidak ada. Namun yang jelas justru hanya oknum personal saja yang melakukan gerilia aksi tipuan itu.

“Kami berharap kiranya pihak aparat penegak hukum bisa secepatnya menangkap oknum pelaku yang mengatasnamakan Dinas Koperasi Parimo. Diyakini juga kejadian itu bukan hanya tiga orang saja, mungkin lebih” tutupnya.

Apa kata pegiat anti Korupsi di Parimo ? Menurut Fadli A. Azis bahwa gerakan oknum penipu harus di “tangkap” penegak hukum karena dengan sikap yang tidak terpuji itu akan menjadi bomerang bagi warga yang tertindas oleh permainan kotor oknum, pungkasnya. (**)

Penulis : Tim matarakyatindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here