Ampibi Datangi Kantor Kejari Parimo Pertanyakan Tindaklanjut Kasus Koperasi TBK

0
457

PARIMO || matarakyatindo.com – Tepat pukul 10.00 WITA rombongan petinggi Aliansi masyarakat pemantau birokrasi (Ampibi) melakukan kunjungan di Kantor Kejari Parimo terkait tindak-lanjut penanganan kasus korupsi Tasi Buke Katuvu (TBK).

Kedatangan Ampibi di Kantor Kejari Parimo langsung diterima oleh Rifaizal SH (Kasi Intel) di pelataran pagombo Gazebo sebagai tempat koordinasi dan konsultasi sembari menunggu Kepala Kejari yang sedang menerima tamu dari Kantor Pajak Parimo.

Salah seorang pengurus Ampibi, Mat Latjindung kepada wartawan matarakyatindo.com, Rabu (3/2/2021) mengatakan jika kedatangan sepuluh pengurus Aliansi masyarakat pemantau birokrasi tak lain untuk mempertanyakan beberapa kasus yang dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi, yang konon kabarnya telah di limpahkan di Kejari Parimo.

“Berdasarkan informasi dari Kejati bahwa dari kesekian kasus yang dilaporkan, namun hanya tiga dilimpahkan di Kejari Parimo. Tapi soal penanganannya belum terlihat sehingga pihak Ampibi mempertanyakannya, termasuk kasus korupsi TBK terhadap tiga tersangka, yaitu SS (Wakil Ketua Dewan), HL (mantan Kadis Perikanan) dan MT (Bendahara Koperasi TBK) yang belum dilakukan penegakan hukum” jelasnya.

Inilah yang menjadi dasar dari Aliansi di Parimo melakukan pertemuan dengan pihak Kejaksaan Negeri Parigi Moutong sebagai upaya penguatan penegakan hukum yang tidak pilih kasih, ujarnya.

Sebagai perwakilan Ampibi, Mat Latjindung sangat berharap kiranya untuk penanganan kasus korupsi sebaiknya di pertajam, karena sebagai Aliansi terus menerima laporan dari masyarakat tentang belum tuntasnya penanganan kasus korupsi terhadap dua oknum pejabat di Parimo, tuturnya.

Tak berselang lama, Kepala Kejaksaan Negeri Parimo Mohammad Fachrurozi SH MH langsung bertemu dengan petinggi Ampibi pukul 11.45 WITA berlangsung di ruang Gazebo, di dampingi Kasi Intel Rifaizal SH.

Disayangkan, ketika wartawan matarakyatindo.com mendekati tempat pertemuan untuk mengambil gambar, pihak Kejari dari Kasi Intel memberi ‘teguran kecil’ agar wartawan tidak mengambil gambar dan mendengarkan hasil pertemuan.

“Saya minta maaf untuk wartawan, dimohon jangan dulu mengambil gambar. Nanti sesudah dilakukan pertemuan barulah dilakukan wawancara dengan Pak Kejari dan Ampibi” tegur Rifaizal SH selaku Kasi Intel Kejari Parimo kepada wartawan matarakyatindo.com, Rabu (3/2/2021).

Peliput dari media ini langsung pulang, mengingat jarak waktu azan Duhur sudah dekat, sehingga hasil pertemuan antara pihak Kepala Kejaksaan Negeri Parimo dan Ampibi tidak terekam. (**)

Peliputan : TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here