Anggaran Bumdes Desa Marisa Diduga Bermasalah, Ini sebabnya !!

0
898

Gorontalo, Pohuwato- Matarakyatindo.com- Anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berada di Desa Marisa, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Diduga bermasalah, Rabu (31/7/2019).

Sebelumya, Anggaran Bumdes yang berada di Desa Marisa itu berjumlah Rp.200 Juta, sebagiannya sudah digunakan untuk Pembelian Mobil Pick Up, Sedotan, dan Alat Tulis Komputer (ATK).

Warga Desa Setempat yang tidak mau di sebut namanya Menambahkan bahwa sejak Di Bentuknya Bumdes Pada Tahun 2017, dan Proses Penganggaran itupun nanti pada Tahun 2018, sejak saat itulah Anggaran Bumdes Di Desa Marisa sudah tidak lagi di ketahui oleh masyarakat, di karenakan Tidak adanya pemberdayaan bagi masyarakat.

“di desa ini Ada Badan Usaha Milik Desa, tapi Pemberdayaannya tidak ada sama masyarakat, Salah Satunya Pengadaan Mobil Desa, tidak di tahu kalau so di mana itu Mobil,” Ucapnya.

Sementara itu, Rusni Maya, selaku Bendahara Bumdes Menyampaikan pada saat di Konfirmasi bahwa ketika mereka melakukan pembelanjaan Fasilitas Bumdes di Kota Gorontalo, mereka melakukan penarikan Pertama sebesar Rp.100 Juta, kemudian Total Pembelanjaan saat itu sekitar Rp.60 Juta, dan Sisa Anggaran dari pembelanjaan tersebut sebesar Rp. 40 Juta.

Rusni Maya, Selaku Bendahara Bumdes (Foto:Ist)

“pertama torang ada pigi ka kota , ada pigi ba balanja, ada ba beli itu sedotan, Leptop, Print dengan juga ATK,,” imbuhnya.

Bendahara Bumdes itu juga menambahkan bahwa Pembelian mobil Pick Up tersebut setelah tiba dari Kota Gorontalo untuk melakukan pembelanjaan Fasilitas yang dibutukan, mereka langsung melakukan pembelian Mobil Milik Pemerintah Desa.

“baru sampai di sini ba beli t ayah punya oto sebesar Rp. 30.000.000.00. Jadi, sisa anggaran dari 100 juta, tinggal 10 juta, dan belum berapa bulan sudah bermasalah, oto sudah ditarik oleh diler, karena oto bodong,” Imbuhnya.

Ditempat yang sama Rusni Maya itupun menjelaskan bahwa Sesuai Perjanjian dan kesepakatan pemerintah Desa (Pemdes) Marisa akan mengembalikan Uang dari Hasil pembelian Mobil tersebut, tetapi sampai saat ini Belum juga ada Pelunasan dari Pemdes itu sendiri.

“setelah kami tagi-tagi nanti itu di bayar, pembayaran pertama 8 juta, dan pembayaran kedua 1.5 juta,” Pungkasnya.

Rusni Maya itu mengungkapkan bahwa Dari Hasil Anggaran yang dipinjamkan itupun bukannya menuai keuntungan, tapi sebaliknya hanya mendapatkan banyak kerugian, guna untuk memperbaiki Alat Sedotan yang dibutukan.

” 28 Juta lebih masih berada di masyarakat, di pinjamkan, termasuk juga salah satunya Pemerintah Desa dan Ketua Bumdes itu sendiri,” Tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa dan Ketua Bumdes belum dikonfirmasi.

Reporter : Ramlan Tangahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here