Angin Kencang, Tujuh Rumah Warga Satu Perumahan Guru di Desa Eeya – Palasa Rusak 

0
231

PARIMO || matarakyatindo.com – Cuaca masa pancaroba saat ini benar-benar ‘menakutkan’ warga Parimo. Pasalnya, ketika hembusan angin kencang bertiup, ada tujuh rumah milik warga desa Eeya Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng), Minggu (14/2) rusak.

Peristiwa alam yang mengejutkan warga tersebut mulai bertiup pada pukul 12.00 WITA sangat kencang, menyebabkan sejumlah warga desa Eeya keluar rumah menyelamatkan diri sembari menjauhi pepohonan yang akan tumbang.

Terjadinya angin kencang itu diperkirakan sampai pukul 16.00 WITA dengan durasi angin yang berubah-ubah. Beruntung tak ada korban jiwa.

Sebagaimana pengakuan salah seorang  warga Desa Eeya mengisahkan, angin puting beliung pernah terjadi di Desa Eeya tahun 2009 dan menghantam beberapa rumah warga menjadi rusak berat dan juga merusak batang pohon cengkeh milik warga.

“Tahun 2009 pernah terjadi angin seperti ini dan menghantam rumah warga, bahkan pohon pohon Cengkeh banyak yang patah saking kuatnya angin bertiup itu,”kisah Amin.

Sementara itu Kepala Desa Eeya Sofyan M Taali SE membenarkan telah terjadi kerusakan tujuh rumah dan satu perumahan guru (rusak berat) akibat angin kencang yang terjadi pada Minggu (14/2).

“Ada 7 rumah dan 1 perumahan guru rusak di desa Eeya, namun kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja diprediksi kerugian materil puluhan juta rupiah” kata Kades Eeya.

Kata Sofyan, saat terjadi angin kencang, hampir semua wilayah bagian utara Parigi Moutong merasakan dengan durasinya sangat lama, pungkasnya.

Sumber : Diskominfo / Editor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here