Antisipasi Kekurangan APD, Pemkot Gorontalo Berdayakan Kelompok UMKM, Ben Idrus Bilang Begini.!!

0
119
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Ben Idrus (Foto : Abang Tito)

KOTA GORONTALO || matarakyatindo.com Guna memenuhi minimnya Alat Pelindung Diri (APD) di tengah merebaknya Covid-19 dengan tingkat kebutuhan yang sangat tinggi, Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Loka Latihan Kerja, turut memberdayakan kelompok UMKM dalam membuat Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker.

“Di tengah Covid-19, yang semuanya serba sulit, kami masih tetap berusaha memaksimalkan diri dalam upaya penanganan dan pencegahan merebaknya Covid-19 ini. Dan Alhamdulillah, kami bisa memberdayakan Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo untuk membuat APD dan Masker,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Ben Idrus, kepada Wartawan, Senin (20/04) Siang tadi.

Pembuatan APD dan Masker oleh kelompok UMKM, kata Ben, merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengurangi beban rakyat akibat dampak Pandemi Covid-19.

“Masker yang berhasil dibuat oleh UMKM sudah ribuan dan itu bisa menambah penghasilan mereka di tengah Pandemi Covid-19 saat ini,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Gorontalo ini.

“Meskipun belum memenuhi standar, tapi paling tidak, bisa menanggulangi sementara kebutuhan minimnya APD,” tuturnya menambahkan.

Sementara itu, terkait korban PHK akibat dampak Pandemi Covid-19, diakui Ben, sebagai sebuah situasi yang amat sangat memprihatinkan.

Namun demikian, kata Ben, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah tidak akan kehilangan akalnya untuk melakukan terobosan mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan Covid-19.

“Pemerintah hari ini sudah mengakomodir para sebagian pengangguran dan para korban PHK melalui program Kartu Pra Kerja. Dan akan ada gelombang berikutnya. Nah, inilah salah satu wujud nyata upaya pemerintah,” katanya.

Menyikapi adanya kendala dalam melakukan pendaftaran, diakuii Ben,memang nyaris semua daerah merasakannya.

“Dan itu sudah disampaikan kepada Pemerintaj Pusat dalam rapat dengan pihak kementrian melalui Teleconfrence,” tandasnya.

Ben Idrus menyebut, di sejumlah perusahaan juga sudah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena ketidak-mampuan keuangan perusahaan dalam membayar gaji karyawannya.

” Pandemik Covid+19, tidak hanya membunuh manusia, tetapi juga turut membunuh sendi-sendi ekonomi, baik secara mikro maupun global. Sehingga dampaknya teramat sangat terasa,” terang Ben.

Sesuai data yang sudah masuk, menurut Ben, terdapat 446 karyawan yang sudah dI-PHK oleh perusahaan.

“Yang pasti masung-masing perusahaan memberi kebijakan tersendiri dalam hal memberhentikan karyawan. Ada yang hanya dapat gaji sebulan, ada yang dirumahkan tapi tetap terima 50 persen dari gajinya setiap bulan,’ ungkapnya.

Dengan kondisi ini, kata Ben, tentunya Pemerintah Kota mengambil langkah-langkah strategis melalui bantuan Jaminan Pengaman Sosial (JPS).

“Keberulan titik fokusnya ada di Dinas Sosial. Kami sudah masukkan data yang kemudian dikelola oleh Dan nas Sosial dalam bentuk pemberian bantuan yang dikemas dalam bentuk Jaminan Pengaman Sosial (JPS),” pungkasnya.

Reporter : Abang Tito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here