Antisipasi Penimbunan Masker dan Handsanitizer, Polres Palu Sidak Apotek dan Toko Obat

0
128

PALU | matarakyatindo.com – Untuk mengantisipasi penimbunan Masker dan Hand sanitizer, jajaran Polres Palu melakukan sidak ke pusat perbelanjaan seperti swalayan, toko obat, hingga apotek, Kamis (05/03/20).

Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh ,SIK.SH.MH melalui Kabag Ops Polres Palu, AKP Awaluddin Rahman,SH.MH yang memimpin langsung giat itu mengatakan dari hasil sidak tersebut belum ditemukannya indikasi penimbunan masker dan hand sanitizer (pembersih tangan).

“Sejauh ini tidak ada temukan penimbunan, tetapi kita dapati kenaikan harga yang tidak normal. Itupun karena harga dari distributor memang naik,” ungkap Kabag Ops.

Setelah dikonfirmasi ke beberapa Perusahaan Besar Farmasi, mereka membenarkan adanya kenaikan harga, dari pihak distributor dengan harga berkisar hingga mencapai 100 – 105% , olehnya pihaknya memberikan warning siapa saja yang menjual diatas harga eceran tetap, akan ditindaki.

“Seluruh jajaran Polsek sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan, dan apotek, guna menepis isu adanya penimbunan masker dan hand sanitizer khususnya di wilayah Palu ” ujar AKP Awaludin.

Kabagops juga menambahkan, sidak tersebut juga untuk mensosialisasikan adanya aturan Pidana terkait penimbunan masker dan hand sanitizer.

“Oknum yang mengambil keuntungan dengan menimbun barang dapat dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar,” tambahnya.

Berikut beberapa Perseroan Terbatas (PT) distributor pemasok masker diantaranya, PT. kimia Parma
Masker Aximed di jual dengan harga Rp. 28.000/dos dengan isi 50 lembar, PT. Sapta Sari
Harga per boks masker merek Alximed Rp.25.000 dengan isi 50 lembar, PT. APL Cabang Palu
Masker kesehatan merek Nexcare hijab masker per pack isi 4 Pcs dijual dengan harga Rp.5.300 dan Nexcare Extra Carbon masker per pack isi 3 pcs dijual dengan harga Rp.5.400

Olehnya, mantan Kapolsek Palu Selatan itu mengungkapkan modus para pelaku mengakomodir yang didasarkan pada orientasi mengambil keuntungan besar dengan cara tidak wajar , seperti penjualan lewat online.

“Sesuai undang-undang berlaku, jika merugikan orang lain dengan cara menimbun barang keperluan. Dan kami pasti akan sikat,” tegasnya.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here