Apakah Pengurus Koperasi Nelayan TBK ‘Menyusul’ Setelah Kadis Kominfo Tersangka ? Ini Jawabnya…!

0
595
Wartawan : Sumardin (Pde) / Deni Renaldi

PARIMO | matarakyatindo.com – Tidak tanggung-tanggung uang rakyat sebesar Rp2 M lebih telah ‘digerogoti,’ oleh oknum pejabat di Parigi Moutong pada tahun 2012 lalu, yang kini telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Parimo hari ini.

Jika ditelisik beberapa tahun sebelumnya, kasus ini sempat mencuat dipermukaan delapan tahun yang lalu. Tapi dengan keuletan pihak Kejaksaan Negeri Parimo akhirnya mengungkap para tersangkanya inisial HL yang saat ini sebagai Kadis Kominfo di Parigi Moutong

“Setelah HL, kemungkinan bakal ada tersangka lainnya dalam dugaan kasus penyimpangan aset Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong tahun 2012 ini” ujar Kejari Parimo Muhamat Fahrorozi SH, MH.

Bahkan perkara ini kata Kajari Parimo sudah ditingkatkan ketahap penyidikan. Sehingga berdasarkan penyidikan sementara telah ditemukan bukti yang cukup yaitu perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan pengelolaan aset Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012.

“Untuk sementara baru satu orang yang dijadikan tersangka” ungkapnya.

Saat ditanya wartawan soal apakah tersangka lainnya bisa terseret juga ? Misalnya pengurus koperasi tasi buke karena berhubungan dengan dugaan ini ?

Kajari Parimo mengatakan dalam pengelolaan aset ini, tentu ada hubungannya yang namanya koperasi tasi buke. Namun saat ini terus dilakukan pendalaman materinya, sehingga proses ini belum bisa dikemukakan.

“Padahal saya tidak menyebut koperasi tadi itu. Yang disampaikan tadi hanyalah dugaan penyimpangan aset. Intinya untuk menetapkan tersangka lainnya bisa saja terjadi” kata Muhamat Fahrorozi di Kantornya, Selasa (1/9/2020)

Dia menambahkan, dalam hal penanganan tindak pidana korupsi, maka Jaksa Penuntut umum selalu berfikiran bahwa dalam hal memudahkan penanganannya tetap dilakukan secara transparan.

“Kami juga tidak ingin direpotkan dengan hal lain. Kemungkinan untuk dilakukan penahanannya pasti ada karena Jaksa tidak ingin direpotkan, karena kami juga akan profesional untuk penanganannya” jawab Kajari. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here