Astaga, Agustin Laurin Sigilipu Diduga Gunakan IPAL Pada Pileg 2019

0
738

POSO – matarakyatindo.com Sejatinya kepemilikan dokumen tanda kelulusan belajar atau Ijazah sebagai salah satu syarat khusus guna menduduki sesuatu jabatan, Namun dan sayangnya dokumen itu disalah gunakan fungsinya.

Kali ini diduga dilakukan adik kandung Bupati Poso, adalah Agustin Laurin Naitingale Sigilipu yang pada kontestasi Pileg calon legislatif 2019 lalu, usai terpilih dan menduduki jabatan selaku anggota DPRD Poso dari Fraksi Golongan Karya (Golkar).

Penggunaan Ijazah Palsu (Ipal) angkatan tahun 1989 yang tandatangani oleh Kepala Sekolah Ch.Tumimomor, BA. Kronologi bermula dari temuan LSM KRAK yang mencurigai adanya sejumlah kejanggalan dalam penulisan STTB yang di terbitkan dari SMA I Kabupaten Poso.

Sedikitnya terdapat sekitar 6 kejanggalan dalam ijazah tersebut yakni tekstur penulisan nama yang tidak wajar atau melebihi batas penulisan yang umumnya ditulis pada sebuah ijazah, tidak terdapat logo Tut Wuri Handayani seperti lazimnya yang tertera pada ijazah lainnya.

Foto Ijazah yang di duga palsu

Selain itu pemberian Nomor Ijazah yang berselisih 600 angka dari nomor kelulusan siswa lain dan yang terakhir ditandatangani oleh 2 pihak yakni pihak SMA I Poso serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah (Mestinya hanya ditandatangan pihak sekolah saja).

Hal tersebut Kata Ketua LSM KRAK Abdul Salam, sangat penting agar persoalan dugaan ijazah palsu ini menjadi jelas, apakah benar terjadi atau hanya buatan saja, agar yang terkait mendapat kepastian hukum. Selaim itu dalam laporan pihaknya ada beberapa kejanggalan, sehingga akan diuji pada penyidik kebenarannya.

“Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa teman yang bersangkutan di kota Poso agar persoalan ini jelas,” kata Abdul Salam seperti yang dikutip dari media kumparan.com.

Atas dugaan penggunaan Ipal (Ijazah Palsu-red) itu, Agustin Sigilipu yang berusaha di konfirmasi Media ini enggan komentar. Pesan yang dikirim via WhatsAapnya pada Rabu (01/8) tidak kunjung dibalas, demikian pula saat ditelepon juga sama sekali tak merespon.

Dikesempatan berbeda Kasubbid Penmas Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari mengatakan, pada November 2019, Ditreskrimum telah menerima laporan pengaduan tertulis dari LSM mengenai dugaan menggunakan surat palsu berupa ijazah SMA I Poso yang dilakukan oleh AL, dan menambahkan jika pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi terkait dalam perkara tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here