Astaga..!! Kantor Desa Toga di Kecamatan Ampibabo Disegel Warga, Apa Penyebabnya.?

0
910

PARIMO – matarakyatindo.com Warga Desa Toga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Ramai ramai datangi Kantor Desa, tujuan warga tiada lain menyegel Kantor Desa, penyegelan tersebut di lakukan sebab warga kecewa dengan kepemimpinan Kepala Desanya (Kades).

Di ketahui penyegelan itu terjadi pada Hari Jumat 26/2/2022, warga yang kesal akhirnya menyegel Kantor Desa dengan kayu, hal itu dimaksud agar Kepala Desa (Kades) Toga mundur dari jabatannya.

Salah warga Desa Toga Mengatakan pada media ini, Sabtu (26/2/2022), Bahwa hal ini  lakukan adalah bentuk protes kekecewaan warga kepada oknum kepala desa Toga, yang telah menyalahgunaan jabatannya.

“Kepala Desa tidak mencerminkan etika yang baik kepada warga” Jelasnya.

Tidak hanya itu saja, kepala Desa Toga Djono S Piter, menurut warga, diduga telah menyelewengkan Dana Desa Tahun anggaran TA 2020 dan 2021. Serta melakukan markup dan nepotisme. Sehingga warga meresa kesal atas perbuatannya.

“Pada tahun 2020, diduga terjadi markup pemasangan dua antena Wi-fi  sebesar Rp 82.700.000, namun yang anehnya, warga di mintai iuran perbulannya Rp 50.000. Pada akhirnya Wi-fi yang di gunakan sama sekali tifak berfungsi sejak di pasang hingga kini” Bebernya

“Bisa di cek antenannya, hanya tiang pipa besi kecil bahkan yang satunya sudah di robohkan warga, kemudian tidak hanya itu saja masih banyak krjanggalan lainnya terkait dugaan penyelewengan, belum lagi di tahun 2021 pengadaan bibit durian montong sebesar 87.000.000” Tambahnya

 

Sumarno alias Marno juga mengungkapkan Pengadaan bibit durian montong sendiri  penuh dengan kejanggalan. Yang tidak sesuai, dalam RAB harga satuan Rp 35.000 per pohon kenyataannya harga pembelian Rp 15.000 per pohonnya. Dana prmbinaan olah raga Rp 6000.000 di belanjakan hanya Rp 2.500.000.

Selain itu, Marno mengatakan sebelum kepala desa Djono S Piter, telah membohongi Bupati Parigi Moutong dengan proposal pengadaan mobil, dia pada saat itu belum menjadi kepala desa definitif sudah membuat proposal pengadaan mobil Bumdes, proposal itu di tanda tangani 16/6/2019.

“Sedangkan pengurus Bumdes lama dan BPD tidak mengetahui adanya proposal itu. Di tambah waktu itu keadaan mobil rusak dan butuh perbaikan, maka oknum kades menganggarkan  perbaikan sebesar Rp 5.000.000 kenyataannya biaya perbaikan hanya menghabiskan dana sebanyak Rp 750.000 ini kan tidak wajar” Ujarnya.

Dirinya kembali menambahkan, Belakangan di ketahui bahwa mobil yang di berikan merupakan tarikan dari Dinas Perhubungan dari desa Ogoalas Kecamatan Tinombo.

“Bagaimana bisa asat Desa Toga masih bernamakan desa lain. Pada akhirnya atas desakan warga oknum kades meminta pihak perhubungan mengurus balik nama TNKB agar menjadi aset Desa Toga, Akan tetapi dinilai oknum kades lepas tangan” Bebernya

“Kami berharap dengan penyegelan kantor desa ini pihak APH tipikor segera mengaudit serta memanggil oknum kades untuk di periksa. Ini permintaan warga yang sudah tidak mau di pimpin kepala desa yang korupsi” Tegasnya.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here