Bagaimana Pelaksanaan Upacara ‘Ritual’ Ngaben Umat Hindu – Bali di Desa Kotaraya ? Ini Penjelasannya

0
263

Reporter : Deni Renaldi

PARIMO | matarakyatindo.com – Pada Umumnya, jenazah yang meninggal dunia mayatnya bakal dikubur. Namun, lain halnya dengan jenazah umat Hindu yang ada didesa kotaraya kecamatan Mepanga.

Ada ritual khusus yang perlu dilakukan untuk mengantar kepergian jenazah untuk selama-lamanya. Ritual kremasi tersebut tak lain adalah upacara ngaben. Pada pelaksanaannya, upacara ini kerap dilakukan dengan begitu megah.

Dengan iring-iringan banyak orang dan hiasan yang megah. Bagi masyarakat Hindu desa kotaraya, upacara ngaben memiliki 3 tujuan utama. Tujuan yang pertama adalah sebagai bentuk pelepasan roh atau Sang Atma dari belenggu duniawi. Pada tahap selanjutnya, pelepasan ini menjadi sarana untuk mempermudah roh untuk bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam).

Tujuannya mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta adalah 5 unsur utama yang membangun badan kasar manusia. Lima unsur itu adalah unsur padat seperti tulang, daging, kuku, apah yang merupakan unsur cair, bayu atau unsur udara, teja, unsur panas, serta akasa yang merupakan unsur ether yang keberadaannya memunculkan rongga pada tubuh manusia.

Tujuan terakhir dari pelaksanaan upacara ngaben oleh masyarakat Hindu Desa kotaraya adalah sebagai simbolisasi dari pihak keluarga. Ketika melakukan upacara ngaben, itu tandanya bahwa pihak keluarga yang telah ditinggalkan, telah ikhlas dengan kepergian jenazah.

Ritual ngaben terdiri dari kelompok dan perorangan, sedangkan prosesi ritual ngaben sendiri sejumlah 10 orang jenazah, yang dilaksanakan dipekuburan umat Hindu desa kotaraya Jumat (14/8/2020).

Upacara ritual ngaben di hadiri Camat Mepanga Sodik Hamzah, kapospol Mepanga Aiptu Eko Maryanto, prosesi ngaben tak luput sesuai protokoler kesehatan. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here