Bapenda Evaluasi Pendapatan Pelaku Usaha Wajip Pajak di Tengah Covid-19

0
614

PARIMO | matarakyatindo.com – Penurunan omzet pendapatan bagi pelaku usaha penginapan, hotel dan rumah makan membuat sebagian pelaku usaha merasakan dampak dari covid-19 yang menerpa Indonesia, tak terkecuali di Parigi Moutong, akibatnya terjadi penurunan pendapatan menyebabkan perekonomian pelaku usaha merosot.

Adanya kemerosotan pendapatan pelaku usaha sebagai bagian dari wajib pajak (WP), Badan pendapatan daerah (Bapenda) Parimo kembali mengevaluasi kepada para pelaku usaha penginapan, hotel dan warung makan untuk memantau perkembangan pendapatan di tengah pandemik covid-19, hal ini di lakukan Bapenda agar evaluasi pengoptimalisasi Wajib Pajak dapat di evaluasi.

Adanya wabah covid-19, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten berencana mengevaluasi kembali pungutan pajak untuk Hotel dan Rumah Makan, selama menghadapi pandemik ini.

Demikian disampaikan Kepala Bapenda, Moh Yasir kepada matarakyatindo.com saat dihubungi telpon genggamnya belum lama ini. Kata Yasir, sesuai evaluasi dilapangan, ternyata omset pelaku usaha penginapan, hotel dan rumah makan, kian merosot bahkan drastis jauh dari pendapatan pada biasanya, ini terjadi sejak adanya wabah covid-19, urainya.

Bapenda terus melakukan evaluasi selama kurang lebih Dua minggu ke lapangan untuk mencari titik benang merahnya. Dan ternyata semua itu akibat pandemi wabah corona.

“Dalam aturan Perda, untuk pendapatan Rumah Makan diatas Rp 500 ribu akan dikenakan pajak sebesar 10 persen. Sesangkan pendapatan dibawahnya, maka tidak diwajibkan membayar pajak sesuai aturan” urai Yasir.

Yasir berharap, untuk merektrurasikan nilai pendapatan setiap rumah makan, harusnya pengunjung diberikan nota pembayaran sebagai bukti transparansinya. Dan ini menjadi kewajiban pemilik rumah makan.

Bukan hanya itu kata Yasir,, penginapan dan hotel harus mengeluarkan 10 persen dari omset setiap bulan, karena perbedaan antara rumah makan dan penginapan atau hotel tidak ada pembatasan standar omset seperti rumah makan. Ini juga sebagai untuk penerpaan standarisasi pendapatannya.

“Evaluasi selama dua pekan, tercatat kondisi pelaku usaha alami turun omset akibat dampak covid-19. Atas dasar inilah akan dilakukan rapat bersama untuk dilakukan kajiannya. hasilnya akan dilaporkan kepada Bupati atau Wakil Bupati sebagai keputusan final” pungkasnya.

Reporter : Deni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here