Berada di Garis Katulistiwa & Memiliki SDA Handal, Parimo Adalah Bulan Sabitnya Pulau Sulawesi

0
199

Liputan khusus : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Kehadiran dua sosok Wakil rakyat di DPRD provinsi Sulawesi Tengah untuk daerah pemilihan Parigi Moutong di Cafe Wapres Kelurahan Bantaya semalam, Rabu (3/3/2021) sekira pukul 21.00 WITA disambut hangat warga sekitar.

Dalam pertemuan tak disangka tersebut berawal dari bisikan salah seorang pemerhati Parimo yang tak ingin disebutkan namanya kepada H. Nur Dg Rahmatu saat bertandang ke Kantor Bupati, Rabu pagi (3/3/2021) agar bisa menjadwalkan temu kangen sambil melakukan dialog kecil-kecilan.

Dua anleg provinsi saat bertatap muka dengan warga Parigi di cafe Wapres semalam (F-Pde)

“Alhamdulillah melalui undangan bisikan kepada tiga anleg DPRD provinsi untuk temu kangen langsung direstui, yaitu bertatap muka di salah satu cafe. Disayangkan juga satu nama wakil rakyat tidak hadir, hanya H. Nur Dg Rahmatu bersama Ibrahim Hafid yang hadir, ujar pemerhati Parimo ini.

Saat pertemuan berlangsung, H. Nur Dg Rahmatu sebagai Ketua Komisi Dua DPRD provinsi Sulawesi Tengah ini mengurai filosofi daerah yang penting untuk dilakukan dialog.

Menurutnya, Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah lumbung beras yang tidak terbantahkan di Sulawesi Tengah. Ini artinya bahwa daerah yang dijuluki sebagai bulan sabitnya pulau Sulawesi dan berada di garis katulistiwa dengan Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah harusnya sudah bisa mensejahterakan rakyatnya.

Namun hingga tahun 2020 ini kata mantan Ketua DPRD Parimo ini ternyata pertumbuhan ekonomi daerah masih terbawa dari 13 Kabupaten dan satu Kota di Sulteng ini.

“Saya tidak ingin mengangkat kelemahan daerah kita. Namun untuk dilakukan sharing kami rasa tidak jadi beban, karena hal ini untuk kebaikan kita semua, apa lagi saya ini adalah putra Parimo yang dipilih rakyat duduk di Kantor DPRD provinsi Sulawesi Tengah memasuki dua periode” ujarnya.

Dirinya menyebut jika kehadirannya di Parimo adalah berdasarkan jadwal yang ada, yaitu dalam rangka melakukan kunjungan koordinasi dan komunikasi bersama pemerintah daerah setempat yang berlangsung di Kantor Bupati, dan bukan dalam rangka reses, ungkapnya.

Melalui bahasa politiknya yang santun, sosok politisi Demokrat yang saat ini di percaya memimpin Kamar dagang dan industri (Kadin) Sulteng ini selalu berpikiran positif.

“Kedepannya Parimo akan bisa menjadi daerah yang disegani di Sulteng, terutama yang dilakukan yaitu merubah paradigma lama menjadi inovatif membangun ekonomi daerah tanpa harus ‘mengorek’ APBD dan APBN yang ada” tuturnya.

Dengan Strategi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah yang matang, tentu sangat mutlak diperlukan serta diterapkan melalui insting kerja sama yang transparan dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah kita.

Terutama, sambung Ketua Covid-19 di Sulteng ini adalah dengan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, sehingga pencapaian ekonomi daerah terus mengalami peningkatan.

“Disinilah di perlukan peran pemerintah daerah yang sangat penting untuk mendorong bahkan meningkatkan kapasitas pembangunan ekonomi suatu daerah dengan berdasarkan pada kondisi serta potensi yang dimiliki daerah Parigi Moutong yang diketahui memiliki luas wilayah 6000 Km persegi dengan panjang garis pantai 472 Km” tegasnya.

Sebagai kelahiran Parimo kata Nur Rahmatu, tentu menjadi beban besar apabila kemajuan daerahnya hanya ‘stagnan’. Hal ini bukan berarti dirinya menyalahkan kepada pemerintah daerah yang ada saat ini. Tapi semua itu adalah kesalahan masyarakat, termasuk kasalahan dirinya juga.

“Ayo kita bangkit untuk menentukan nasib Parimo tahun berikutnya. Walaupun masih tiga tahunan lagi pilkada, mari kita siapkan pilihan kedepannya siapa calon pemimpin Parimo periode berikutnya, karena banyak figur disini patut diperhitungkan sebagaimana yang ramai di media sosial saat ini” pungkasnya sembari meminta maaf karena dirinya sudah memasuki usia 60 tahun. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here