Berita Pansimas Desa Konarom Diduga ‘Bermasalah’, Kadesnya Jadi Kebakaran Jenggot

0
996

SULUT | BOLMONG – matarakyatindo.com – Sebagaimana pemberitaan media matarakyatindo.com soal dugaan pekerjaan pansimas desa Konarom Kecamatan Dumoga Tenggara Kabupaten Bolaang Mongondow yang di programkan tahun 2017 lalu tidak selesai, membuat sang Kades ‘Kebakaran Jenggot’.

Pernyataan kades Konarom yang terbaca melalui media sosial facebook beberapa waktu lalu itu sepertinya ‘menantang’ atas tulisan wartawan media matarakyatindo.com yang dinilainya hanya asal-asalan tanpa melalui konfirmasi.

Padahal, wartawan yang ditugaskan di Kabupaten Bolmong itu sudah berulangkali melakukan konfirmasi dengan menghubungi nomor sang kades di nomor 082293****41, Namun nomor yang dihubungi itu sudah memblokir nomor wartawan.

“Saya sudah menghubungi pak Sangadi (kades) Konarom…! Tapi tidak bisa karena nomor saya sudah diblokirnya. Ini berarti upaya untuk berimbangnya pemberitaan sudah dilakukan” lapor salah seorang wartawan matarakyatindo.com ke-redaksi siang ini, Senin (14/10/2019)

Padahal dalam akses pemberitaan soal penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang ada di Desa Konarom, Kecamatan Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow yang diprogramkan pada tahun 2017, seharusnya sudah selesai pada tahun 2018.

“Masyarakat itu wajib bertanya jika terjadi dugaan didalamnya, sehingga persoalan tersebut sampai ketelinga wartawan” ujar perwakilan wartawan matarakyatindo.com.

Berita yang terekspos itu juga sudah jelas nara sumbernya, seperti yang dikatakan Ilham Mokoagow, selaku koordinator Pamsimas menyatakan bahwa anggaran untuk pengadaan pipa tidak sampai di tangan panitia.

“Memang benar bahwa Pamsimas sampai pada tahun 2019 tidak selesai, karena anggaran untuk pengadaan pipa tidak sampai kepada panitia, sebesar Rp 33.000.000.00 yang sudah cair dan sudah masuk di rekening desa, namun tidak sampai pada kami”, kata Ilham.

Demikian pula pernyataan Cindra Mamonto, selaku Sekretaris Pansimas menjelaskan bahwa anggaran dari APBDES tidak tersalurkan dan tidak sesuai perencanaan.

“Anggaran yang bersumber dari APBDES itu tidak tersalurkan. Sedangkan dana yang dikeluarkan tidak mencukupi dengan perencanaannya. Seharusnya pekerjaan Pamsimas sudah harus selesai pada tahun 2018 akhir”, ungkapnya.

Bahkan isu yang berkembang terkait adanya beberapa oknum masyarakat yang mengambil pipa untuk kepentingan pribadi, itu dibenarkan. Demikian pula tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) hingga kini belum ada laporannya.

Inilah yang menjadi ‘amarah’ seorang Sangadi (Kades) Konarom karena merasa tidak pernah dihubungi wartawan untuk melakukan konfirmasi. Padahal secara aturan, apabila pemberitaan suatu media dianggap keliru, maka pihak kepala desa berhak melakukan hak jawab, bukan ‘menggertak’ wartawan melalui media sosial.

Untuk memperjelas adanya dugaan Pansimas desa Konarom tersebut, diharapkan kiranya penegak hukum diwilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara agar dapat melakukan pemeriksaan bersangkutan.

“Semua sangkaan itu akan terbukti jika pihak penegak hukum dari Kepolisian dan APH ataupun Kejaksaan Negeri dapat memeriksa oknum kades yang diduga bermasalah” ungkap Saiful Mudjulihi warga Bolmong melalui Whatshaap siang ini.

Penulis : Tim matarakyatindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here