Bersama Polres Parimo Jaga Kamtibmas, Karang Taruna Kotaraya Deklarasi Perangi Hoax.!!

0
286

Parimo || matarakyatindo.com  Dengan maraknya penyebaran berita hoax dimedia sosial dan internet yang menimbulkan perpecahan, pertikaian dan kebencian,  Karang taruna Desa Kotaraya Kecamatan Mepanga mendeklarasikan anti Hoax dan Sara serta Ujaran Kebencian demi mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi warga masyarakat di wilayah Hukum Polres Parigi Moutong.

Jumat (17/01/2020 ) Sekitar pukul 16.30 WITA. bertempat di lapangan Futsal Desa Kotaraya Selatan Kec. Mepanga Kab. Parigi Moutong, Karang Taruna ‘Candradimuka’ Kotaraya melaksanakan kegiatan Deklarasi Anti Hoax dan Sara serta Ujaran Kebencian.

Ketua karang taruna Desa Kotaraya Edi Danata mengatakan bahwa Deklarasi Anti Hoax Karang taruna ini tidak hanya dilakukan di  Desa Kotaraya saja, tetapi diseluruh wilayah Kecamatan Mepanga.

“Tujuan deklarasi ini, guna mengajak para pemuda sebagai generasi milenial untuk lebih memahami akan bahaya yang di timbulkan oleh penyebaran berita Hoax” Ujarnya kepada media.

Karangtaruna Kotaraya sangat senang dan sangat mendukung segala bentuk kegiatan Pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Parigi Moutong dalam rangka memerangi penyebaran berita bohong atau hoax demi terciptanya situasi keamanan masyarakat yang kondusif di wilayah Desa Kotaraya.

“Kami akan selalu bersinergi serta siap untuk membantu pihak kepolisian khususnya Polres Parigi Moutong dalam upaya pencegahan berita Hoax dan juga bersedia menjaga keamanan dan ketertiban di Desa” Tambahnya

Karang Taruna Kotaraya juga berharap dengan adanya deklarasi anti hoax ini tidak ada lagi pemuda-pemudi percaya dengan berita berunsur sara atau hoax yang tersebar apalagi turut serta menyebarkan berita hoax serta Bijak dalam menggunakan internet.

Kapolres Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, AKBP Zulham Efendi Lubis, SIK meminta kepada siapapun di wilayah hukumnya untuk tidak membuat dan menyebarkan berita hoax. Jika ditemukan maka Polisi akan menjalankan undang undang.

“Oleh karena itu saya mengimbau agar kita jangan pernah membuat, memproduksi atau menyebarkan hoax, dan ujaran kebencian,” kata Kapolres AKBP Zulham Efendi Lubis saat jadi pemateri pada diskusi publik dengan tema ‘Hoax dan Ujaran Kebencian, Ancaman Nyata Demokrasi’. Diskusi yang merupakan kerja sama antara Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia serta Polres Parimo tersebut diilaksanakan di salah satu kafe di Parimo beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, umumnya produksi hoax atau berita bohong dan ujaran kebencian disebar melalui media sosial facebook, instagram, twitter, dan whatsApp.

“Bijaklah bermedia sosial, ambillah sisi positifnya, buang sisi negatifnya,” ujar Kapolres.

Reporter : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here