BNN Merilis, Kelurahan Bantaya Tercatat Daerah Rawan Penyalahgunaan Peredaran Narkoba Se-Sulteng

0
69

PARIMO || matarakyatindo.com – Wakil Bupati Badrun Nggai membuka kegiatan rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder atas prakarsa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Hotel Oktaria Parigi, Selasa (23/02).

Koordinator kegiatan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Sulawesi Tengah Hartini, S.Sos, bahwa dalam penuntasan masalah narkoba ini tidaklah mudah.

Hal ini diperlukan seluruh stakeholder yang ada di Parigi Moutong bersama sama dalam melakukan pencegahan narkoba melalui kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah dalam menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Narkoba harus menjadi musuh kita bersama, BNN tidak bisa bekerja sendiri, kerjasama komponen anak bangsa khususnya stakeholder terkait narkoba sangat penting dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif ini”. Ujar Hartini.

Hartini juga mengungkapkan bahwa kasus peredaran narkoba pada tahun 2019 Provinsi Sulawesi Tengah berada pada urutan ke 4 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Olehnya kami dari BNN provinsi melakukan kegiatan ini di Kabupaten Parigi Moutong yang lebih khusus di Kecamatan Parigi Kelurahan Bantaya agar seluruh stakeholder dan masyarakat dapat mengetahui dan bersama sama memberantas peredaran gelap narkoba”. Ucap koordinator kegiatan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan BNN Provinsi di Kabupaten Parigi Moutong dikarenakan Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi satu dari enam daerah yang rawan di Sulawesi Tengah dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Enam daerah yang rawan tingkat penyalahgunaan dan peredaran narkoba diprovinsi Sulawesi Tengah adalah Kelurahan Tatanga, kedua Kelurahan Tatura (anoa), ketiga Kelurahan Kayu Malue, keempat Parigi Moutong (Kelurahan Bantaya), kelima Kelurahan Pantoloan dan keenam adalah Kelurahan Kampung Baru”. Tutur Hartini

Sementara itu Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai, SE yang membuka kegiatan tersebut berharap semua pihak baik dari tingkat keluarga, pemerintah paling bawah RT/RW, kecamatan sampai ke tingkat kabupaten harus bersinergi dalam pemberantasan penyakit masyarakat ini. “Kita semua harus berkomitmen akan hal ini”. Ucap Wabup

Badrun mengungkapkan, kabupaten Parigi Moutong juga telah melakukan pencegahan secara Preventif dengan melakukan pelatihan terhadap 20 orang konselor untuk HIV/AIDS.

Namun hal ini tentunya tidak akan memberikan dampak yang signifikan jika mereka yang terkena jerat narkoba atau sudah menjadi pecandu tidak membuka diri untuk diberikan pemahaman dan rehabilitasi dari pemerintah.

“Saya atas nama pemerintah daerah mengapresiasi apa yang telah dilakukan BNN Provinsi didaerah kita, tentunya ini semua bertujuan menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan harapan mendapatkan hasil yang positif dan perubahan yang baik”. Tutur Badrun

Badrun berharap, jika ada masyarakat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berani melapor bahwa mereka kecanduan narkoba untuk kemudian di sembuhkan dengan diberikan rehabilitasi.

“Saya sangat mengapresiasi hal tersebut apabila ada yang melakukannya, jika hal ini berhasil dilakukn maka saya akan memasang spanduk anda memasuki wilayah bebas narkoba di setiap pintu masuk kabupaten” Ucap Badrun

Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, SE diakhir sambutannya menyampaikan berkeyakinan suatu saat kabupaten yang kita cintai ini akan bersih dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi dan UKM, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kecamatan Parigi masing masing 2 orang dan 12 orang dikhususkan pada Kelurahan Bantaya dan Perwakilan Masyarakat Penerima Manfaat serta 1 orang dari Polsek Parigi dengan keseluruhan peserta berjumlah 27 orang.

Sumber : Humas Pemda Parimo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here