Jika Tak di Kandangkan, Camat Parigi Akan Terapkan Givu (Sanksi Adat) ke Pemilik Hewan Ternak

0
488
Nur Srikandi Puja Passau, Camat Parigi Kabupaten Parigi Moutong, (Foto : Ist)

Parimo, matarakyatindo.com Menyikapi lemahnya Peraturan Daerah (Perda) tentang penertiban hewan untuk di terapkan kepada pemilik hewan ternak.

Peraturan ini rencananya akan dilaksanakan dalam saktu dekat ini.

Untuk diketahui, Kabupaten Parigi Moutong akan mengadakan persiapan dalam penilaian sebagai kota terbersih, untuk meraih penghargaan sebagai Kota Adipura,

Sehingganya, Pemerintah berharap agar hewan ternak tidak lagi berkeliaran dalam Ibukota ini, karena dianggap sangat mengganggu pemandangan dan bisa mengakibatkan kecelakaan pada pengendara.

Terkait dengan Penertiban Pemeliharaan Hewan Ternak yang berkeliaran tersebut,  Camat Parigi, Nur Srikandi Puja Passau, saat di konfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan, bahwa pihaknya dari Pemerintah Kecamatan Parigi sudah berkoordinasi dengan Bupati Parigi Moutong tentang Penerapan/Pemberian Sanksi Adat (Givu) pada pemilik hewan ternak.

Penampakan Hewan Ternak (Sapi) yang nampak berkeliaran di Depan Kantor Bupati Parigi Moutong (Foto : Deni Renaldi)

“Alhamdulillah Bupati Parigi Moutong telah meresponnya usulan dari Pemerintah Kecamatan Parigi, dalam menerapkan maupun memberikan Sanksi Adat (Givu) kepada para pemilik hewan ternak” Imbuhnya.

“Dalam waktu dekat, kami akan rapat koordinasi bersama Pemangku Patanggota Magau, untuk menerapkan peraturan Sanksi Adat (givu), Jika menunggu revisi Perda itu bakal lama, sebab perda yang saat ini kami nilai lemah dalam penerapan penertiban hewan ternak, kami berharap dengan adanya aturan sanksi givu dapat efek jera kepada pemilik hewan ternak, dan pendekatan kepada para pemilik hewan ternak bisa kiranya mengkandangkan hewan ternaknya” Pintanya.

Lanjut, puja, bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang punya hewan ternak untuk segera di kandangkan supaya tidak lagi berkeliaran di tempat umum seperti jalur dua Kantor Bupati, jalan trans serta ke pekarangan rumah atau halaman kantor, ini sangat merusak pemandangan ibu kota Parigi Moutong.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan Parigi berharap kepada seluruh masyarakat yang merasa memiliki hewan ternak yang sudah kami data, kiranya segara mungkin kandangkan ternaknya jika sudah Penerapan Sanksi Givu maka harus menjalani sanksi tersebut. Sanksi efek jera jika masih tidak di indahkan” Pungkasnya.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here