“Cambuk” Penerimaan PAD, Dispenda Parimo Gandeng Instansi Vertikal

0
300

Parigi Moutong – matarakyatindo.com Menindaklanjuti hasil pertemuan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Parigi Moutong, mengandeng sejumlah intansi vertikal guna optimalisasi Pendapatan asli Daerah (PAD).

“Beberapa instansi yang kita gandeng dalam membangun kerjasama Mou yakni Kejaksaan, Pertanahan, BPKP, Pajak dan Bank BPD,” Ungkap Kepala Dispenda Parimo, Mohamad Yasir kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, kerjasama dilakukan selain bertujuan untuk bagaimana mengoptimalkan pendapatan daerah, hal ini juga bisa menjadi cambukan buat sejumlah OPD penghasil agar bisa terus berinovasi menaikkan pendapan daerah.

Kata Yasir, ada beberapa target pendapatan pajak yang saat ini menjadi fokus Dispenda, yakni pajak rumah makan, pajak retribusi parkir, pajak wallet, pajak galian C dan masih ada beberapa lagi lainnya.

Disampaikannya, salah satu sampel data pajak pendapatan daerah yang begitu memprihatinkan saat ini, yakni seperti yang terjadi di kecamatan Parigi khusus untuk pajak retribusi rumah makan.

“Berdasarkan data hasil rekap laporan realisasi penagihan yang saya terima, ada beberapa rumah makan yang dimana kondisi pendapatannya sangat besar, namun yang disetorkan ke Dispenda sangat minim. Contoh Rumah makan Latanza hanya menyetorkan Rp 98.000/ bulan dalam retribusi pajak 10%,” ujarnya.

Padahal menurutnya, rumah makan sebesar itu tidak mungkin dalam sebulan hanya menghasilkan pendapatan Rp 980.000.

Begitu juga dengan retribusi parkir, kata Yasir setelah pihaknya menghitung secara rinci dari lima titik parkir yang ada, seharusnya target pendapatan parkir bisa mencapai Rp 250 juta lebih dalam setahun, bukan hanya sekitar 60 sampai 70 juta.

Sehingga kedepan menurutnya, pihak Dispenda akan melakukan sidak serta sosialisasi terhadap rumah makan, titik parkir serta tempat-tempat yang memang menjadi fokus dari penerimaan pendapatan daerah.

“Saya juga berharap, dari inovasi yang nantinya kami hadirkan ini agar OPD penghasil lainnya juga bisa menyambut dan menerima inovasi ini dengan baik, agar tujuan daerah dalam mendongkran kenaikan PAD bisa kita wujudkan bersama. Sebab sangat disayangkan jika hal ini hanya di biarkan begitu saja,” tutur mantan Kabag ULP itu.

Reporter : Faradiba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here