Desa Sausu Tambu Terbangkan Layang-Layang Batik Terima Rekor Dunia MURI, Ini Komentar Kades

0
323
Liputan khusus Wartawan Senior Pde

PARIMO | matarakyatindo.com – Sebuah penghargaan tertinggi di Indonesia dari Muri telah di terima oleh pemerintah desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong (Sulawesi Tengah) setelah menerbangkan layang-layang batik secara daring ditempat terbanyak, Selasa (6/10/2020).

Bupati Parigi Moutong melalui Kepala desa Sausu Tambu Moh. Astil kepada media ini membenarkan jika desanya terpilih mendapatkan penghargaan tertinggi dunia oleh MURI.

“Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2020 yaitu Gebyar Layang-layang Batik (Gelatik) Tahun 2020 dengan tema Dari Pendamping Desa, Untuk Indonesia” kata Astil.

Layang-layang batik yang diterbangkan di lapangan terbuka desa Sausu Tambu awalnya bukan menjadi target MURI. Namun antusias warga desa Sausu Tambu yang memiliki beragam suku, telah bersatu menerbangkan layang-layang batik terbanyak.

Menurut Kades, acara gelatik ini merupakan aksi penerbangan layang-layang batik secara daring dan serentak di 297 Kabupaten/Kota di 33 provinsi dengan melibatkan 315 tim dengan perkiraan melibatkan lebih dari enam ribu peserta yang merupakan Tenaga Pendamping Profesional Desa, sebagaimana yang disampaikan oleh kementerian desa saat pembukaan kemarin.

Sementara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam arahannya mengatakan, Pendamping Profesional Desa di semua tingkatan menunjukkan prestasi yang membanggakan dan luar biasa bagi kepentingan melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa melalui Gelatik 2020.

Menteri desa saat pembukaan gelatik secara daring

“Saya tidak membayangkan para pendamping desa memberikan kejutan yang luar biasa dengan menerbangkan layang-layang di tempat terbanyak di 297 Kabupaten/Kota di 33 provinsi dengan melibatkan 315 tim,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini berharap Gelatik menjadi event tahunan dan menetapkan tanggal 2 Oktober menjadi Hari Gelatik Desa. Tahun depan pun bakal diberikan gelar juara bagi para peserta Gelatik nantinya.

“Ini momentum bagus karena Batik tidak belum hilang dari bumi nusantara karena batik merupakan warisan nenek moyang kita yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Peninggalan Budaya Dunia Tak Benda karena miliki filosofi yang sangat mendalam,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Lantas apa komentar Bupati dan Wakil Bupati setelah Desa Sausu Tambu menerima penghargaan tertinggi MURI saat ini ? Padahal desa tersebut sangat tersudut namun memiliki mutiara yang ‘mengejutkan’….kita tunggu jawaban pemkab. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here