Diduga Oknum Kades Di Kec. Bolano Lambunu Lalai & Asal Terbitkan Akte Kematian Seorang ASN

0
489

PARIMO matarakyatindo.com Salah satu Aparatur Sipil Negeri (ASN) Di Kec. Bolano Lambunu sesalkan ulah Oknum Kepala Desa (Kades) Kota Nagaya Kec. Bolano Lambunu Kab Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah.

Dimana Ia, mengatakan Bahwa diri menerima Akte kematian yang di terbitkan oleh Dinas kependuduk dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Parimo, Akte kematian tersebut di terbitkan pada tanggal (22/2/2022) silam.

Hal tersebut membuat dirinya shok, dikarenakan dirinya yang masih hidup bagaimana bisa sudah di katakan meninggal dan di buatkan akte kematian. Saya baru tahu ketika saya cek status NIK saya Di Disdukcapil Beberapa waktu lalu, terangnya “Kepada matarakyatindo.com Rabu (6/7/2022).

Diketahui sebelumnya ASN tersebut merupakan Kepala Sekolah (Kepsek) di SMP Negeri 1 Bolano Lambunu, “Dra Nurhayati M.Pd. Ia menuturkan, atas kejadian tersebut dirinya menyebut bila berurusan akan terkendala, pasalnya sudah di anggap meninggal. Sebutnya.

“Nurhayati, sesalkan oknum kades yang lalai dalam pendataan warganya, bahkan di katakannya seharusnya pemerintah desa itu mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak keluarga apakah benar nama tersebut sesuai dengan data di kartu keluarga.

Lanjutnya. Nama Nurhayati di desa kota nagaya memang ada 2, “saya dan ibu dari kepala dusun, namun ibu kepala dusunlah yang meninggal pada tahun 2019 silam, masa seorang kepala dusun tidak mengetahui bila nama tersebut adalah ibu kandungnya. Ucapnya.

Bukan asalan untuk mengusulkan akte kematian seseorang. Di jelaskannya pada saat ia melakukan perjalanan umroh beberapa waktu lalu, pada saat melakukan suntik vaksin mininitis dan pengimputan NIK, dalam sitem NiK tidak terdaftar bahkan sudah di coba berulang ulang pun sama. Jelas Nurhayati.

Sambung dia. Bahkan di merasa di rugikan apa lagi untuk mengurus keperluanya adminitrasi gaji maupun yang lain akan terkendala dengan status NIK sudah tidak di temukan.

Atas kejadian tersebut, “Bahkan dirinya harus bolak balik berurusan dan mengurus kembali berkasnya di Disdukcapil dan BKD sebab dia merasa akan kesulitan bila berurusan dengan statusnya sebagai ASN.

Dan dia juga mendatangi kantor desa Kota Nagaya untuk melaporkan status NIKnya yang sudah di aktifkan kembali. Serta meminta kepada oknum kepala desa membuatkan surat pernyataan.

Dan bertanggung jawab atas kelalaiannya, Namun hingga saat ini oknum kepala desa tersebut belum juga menampakan hidungnya di kantor desa. Pungkasnya

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here