Diduga Pekerjaan ‘Amburadul’, Plafon Gypsum Lantai 4 BLUD Parimo Runtuh, Ini Kata Ketua Dekab

0
310

PARIMO || matarakyatindo.com – Rumah Sakit Anuntaloko Parigi Tipe ‘B’ baru-baru ini dikejutkan dengan runtuhnya plafon gypsum gedung dilantai Empat, menyebabkan orang disekitar berhamburan keluar.

Akibatnya, ruangan lantai empat BLUD tersebut terpaksa disterilkan untuk menjaga keselamatan para pegawainya. Lantas apa tanggapan Ketua DPRD Parimo saat ini ?

Ketua Dekab Sayutin Budianto Tongani berasumsi, runtuhnya plafon diduga asal dikerjakan oleh rekanan. Bahkan secara lantang ditegaskannya bahwa peningkatan rehabilitasi BLUD anuntaloko tanpa melihat soesifikasinya.

“Kontraktor yang menangani paket pekerjaan rehabilitasi gedung rawat inap berlantai 4 ini, di sinyalir dikerjakan tidak memikirkan kwalitas dan kuantitas pekerjaan” tekannya.

Menurut Suyutin, pihaknya akan melakukan (RDP) rencana dengarkan pendapat dengan pihak Rumah sakit (RS), untuk mempertanyakan atas runtuhnya plafon gypsum lantai 4 gedung rawat inap.

Politisi NasDem ini mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 atau tahun 2019. Ataukan plafon tersebut runtuh sebelum gempa atau sesudah gempa atau sebaliknya belum lama ini, cecarnya.

“Kok tidak ada bencana tiba-tiba runtuh sendirinya, ini menjadi pertanyaan kami sebagai wakil rakyat” terangnya.

Ketika ditanyakan soal ketegasan DPRD untuk menyikapi runtuhnya plafon lantai 4, kepada awak media Sayutin menilai bahwa pekerjaan yang di kerjakan oleh kontraktor tidak sesuai prosedur. Dan bila ini di kerjakan, sudah pasti di PHO dan ada masa pemeliharaan, terang sayutin.

Dia menambahkan, pekerjaan tender ini apakah sesuai anggaran DPA yang melekat di dinas PU, atau daerah ? serta bagaimana perencanaannya. Patut diduga jika pekerjaan tender rehabilitasi rawat inap berlantai 4 ini ‘amburadul’.

Reporter : Deni
Editor : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here