Diduga Seorang Camat di Parimo ‘Provokasi’ Warga Soal Pemulasaran Jenazah Covid-19…! Berikut Kronologisnya

0
2031

PARIMO | matarakyatindo.com – Sangat ironis bagi seorang pemimpin di Kecamatan Ampibabo yang seharusnya sebagai penengah dalam merelai tuntutan warga yang menolak prosesi Pemulasaran Jenazah sesuai standar covid-19 di Puskesmas Ampibabo Parigi Moutong malah jadi ‘memprovokasi’ warganya sendiri.

Sikap tidak ‘terpuji’ inilah membuat pihak kepolisian Resort Parimo membuat press rilisnya soal munculnya aksi tidak terpuji dari seorang Camat Ampibabo bernama Andy Syarif S.Sos.

Padahal saat ini pemerintah bersama Polisi dan TNI berupaya melakukan terobosan untuk memutus penyebaran pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng).

Apa pandangan sekelompok masyarakat yang ‘jera’ dengan sikap seorang pemimpin di Kecamatan Ampibabo baru-baru ini soal memprovokasi warga untuk menolak prosesi Pemulasaran Jenazah sesuai standar covid-19 ?

Menurut H. Sukri Tjakunu, aksi yang tidak terpuji oleh seorang Camat Ampibabo harusnya jadi pertimbangan Bupati H. Samsurizal Tombolotutu.

Pasalnya, sosok yang memprovokasi warga itu adalah seorang pemerintah Kecamatan dan juga sebagai penyambung ‘lidah’ dari Pemerintah daerah.

“Tapi kenapa sosok Camat seperti itu malah membuat provokasi warga sesuai pernyataan seorang perwira Polisi dari Polres Parimo melalui press rilisnya hari ini. Makanya saya katakan ini harus menjadi pertimbangan Bupati” kata Sukri.

Berikut press rilis yang terkirim kemeja redaksi matarakyatindo.com edisi Kamis (29/7/2021).

1. Pada hari Rabu tgl 28 Juli 2021 Sekitar Pukul 21.30 Wita, bertempat di Puskesmas Ampibabo Kec. Ampibabo Kab. Parimo, Personil Polsek Ampibabo bersama Personil TNI Pos Koramil Ampibabo melakukan pengamanan terkait pemakaman Pr. Hj Harmin yang terkonfirmasi Positif Covid-19, yang di Pimpin Langsung Oleh Kapolsek Ampibabo Ipda Nasir Mangaseng SH, bersama 5 Pesonil Polsek Ampibabo dan 3 Personil TNI Pos Koramil Ampibabo.

2. Adapun Kronologis Meninggalnya Alm. Pr. Hj Harmin :

Pada Hari Jum’at tgl 23 Juli 2021 sekitar Pukul 03.00 Wita Alm. Pr Hj Harmin datang Ke Puskesmas Ampibabo dengan keluhan nyeri tulang sendi, demam, mual dan kurang napsu makan.

Pada saat Itu pihak Puskesmas Ampibabo melakukan Swab Antigen dengan hasil positif dan pihak Puskesmas Ampibabo menyarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Anuntaloko Parigi.

Namun Keluarga Almarhum tidak mau dan hanya membawa pulang untuk melakukan isolasi mandiri dirumahnya di Dusun III Desa Tomoli Selatan Kec.Toribulu Kab. Ampibabo.

Kemudian Pada Hari Rabu Tgl 28 Juli 2021 Sekitar Pukul 19.00 Wita datang Lagi Ke Puskesmas Ampibabo untuk berobat dalam keadaan penurunan kesadaran, muntah-muntah.

Setelah 15 menit di ruangan UGD Puskesmas Ampibabo, yaitu Pukul 19.15 Wita Alm. Pr, Hj Harmin meninggal dunia Di Puskesmas Ampibabo.

Karena tidak adanya lerlengkapan pemusaran Jenazah dan Petugas Puskesmas juga tidak pernah di bekali dalam hal cara menangani pemakaman Jenazah Covid-19, sehingga pihak Puskesmas berkoordinasi dengan Polsek Ampibabo.

Kapolsek Ampibabo Ipda Nasir Mangaseng SH, langsung meminta petunjuk prosesi pemakaman Jenazah, dan kemudian dilakukan koordinasi dengan Kabag Ops Polres Parigi Moutong AKP Junus Achpah, tentang Prosesi Pemakaman.

Kemudian Kapolsek Ampibabo Ipda Nasir Mangseng SH, menuju Puskesmas Ampibabo untuk memberikan himbauan dan menjelaskan serta memberikan pemahaman kepada keluarga almarhum, sehingga keluarga menerima untuk dimakamkan sesuai lrotokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.

Keluarga dan anak-anak Almarhumah sudah menerima dan Siap melaksanakan sesuai protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.

Selanjutnya pada Pukul 23.00 Wita tiba-tiba datang Camat Ampibabo Bapak Andy Syarif S.Sos dalam keadaan mabuk (mengonsumsi miras) langsung berbicara dengan keluarga Alm.Pr.Hj Harmin dan langsung memprovokasi keluarga untuk tidak di makamkan sesuai Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19.

Selanjutnya Camat Ampibabo masuk ke Ruangan UGD dan langsung membuka kain lenutup Jenazah dan mencium serta memeluk Jenazah.

Hal ini dilakukannya untuk meyakinkan keluarga bahwa pasien bukan Covid-19, “Kalau Covid-19 saya duluan yang mati karena daya sudah mencium dan peluk Jenazah” sambil memprovokasi seluruh keluarga yang hadir pada saat itu, untuk segera mengeluarkan Jenazah, Kemudian Camat Ampibabo menyuruh Anak Almarhum Pr.Hj Harmin yaitu Lk.
Syamsul untuk mengangkat Jenazah.

Tetapi pada saat itu anak Almarhumah hanya menangis duduk menjauh dan tidak mau mengangkatnya. Akan tetapi anak Almarhum hanya duduk terus menangis dan tidak mau mengangkat.

Kemudian Camat Ampibabo berteriak-teriak dan memprovokasi seluruh keluarga yang hadir di Puskesmas Ampibabo kemudian memaksa dan mendorong untuk mengangkat Jenazah.

“Pada Saat Itu Kapolsek Ampibabo Ipda Nasir Mangaseng SH, serta pihak TNI Bhabinsa Serda Jamaludin sudah memberikan pemahaman kepada Camat Ampibabo untuk memakamkan Jenazah sesuai Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19.

Namun Camat Ampibabo tetap memaksakan kehendaknya sambil berteriak di depan keluarga yang hadir, serta mengatakan “Saya yang bertanggung jawab atas semua ini dan saya siap di pecat dan di proses Hukum”.

Kemudian Camat Ampibabo menandatangani surat “Persetujuan Penolakan Tindakan Medis”,Serta memaksa keluarga Almarhum untuk menandatangani durat tersebut.

Setelah itu Camat Ampibabo memimpin keluarga untuk mengangkat dan mengeluarkan Jenazah secara paksa dengan menggunakan Mobil Pick Up serta membawa pulang Jenazah dan di makamkan tidak sesuai dengan Prokes Cegah Penyebaran Covid-19 di Desa Tomoli Selatan Kec.Toribulu Kab.Parimo.

Adapun Selaku Keluarga Yang bertanggung Jawab dan Sebagai Saksi :

Keluarga yang bertanggung Jawab :

Nama. : Andi Syarif S.Sos
Pekerjaan. : Camat Ampibabo
Alamat. : Ampibabo Kec.Ampibabo
Kab.Parimo

Saksi-Saksi :

Keluarga Alm, Pr.Hj Harmin
1. Lk. Samsul Anak Kandung, 37 thn, pekerjaan petani dsn. II desa Tomoli Selatan.

2. Lk. Abd. Wahab, 19 thn, agama Islam, pekerjaan nelayan, alamat Palasa Lambori Kec. Palasa.

3. Lk. Edi Saputra, 20 thn, pekerjaan Petani, agama Islam, Alamat desa Bunta Kec. Simpang Raya Kab. Luwu Banggai.

4. Lk. Wahid, 33 thn, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat desa Palasa Lambori, Kec. Palasa.

– Keluarga pada awalnya mau menerima dengan lapang dada untuk memakamkan jenasah Almarhumah sesuai Protokol Kesehatan Covid-19, namun karena mendapat lrovokasi, penekanan dan pemaksaan dari Camat Ampibabo sehingga keluarga Alm Pr. Hj Harmin memakamkan Jenazah tidak sesuai dengan Prokes Cegah Covid-19.

Sumber : Polres Parimo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here