Dinas Kesehatan Deklarasi ‘Stop Buang Air Besar Sembarangan’ di Mepanga

0
254
Wartawan : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo untuk pertama kali di Sulawesi Tengah telah mendeklarasikan pelaksanaan Dekalarisi ODF (Open Defecation Free) bertempat di Taman Impian Ogodako Kecamatan Mepanga.

ODF ( Open Defecation Free) artinya tidak ada lagi orang/masyarakat buang air besar di sembarangan tempat.

Pantauan media ini tercatat Pejabat yg hadir Kadis Kesehatan Parimo dr Agus Hadi, Kadis Kesehatan propinsi diwakili Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Llahraga, Kabid Kesmas Parimo, Bappeda Parimo diwakili Kasubid Sosbud Irdan SKM,MPH, Camat Mepanga bersama 18 kepala desa se Kecamatan Mepanga.

Bupati Parimo diwakili Kadis Kesehatan dr Agus S. Hadi dalam amanahnya mengatakan, sangat apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah dan masyarakat serta semua pihak atas dukungan dan peran sertanya dalam pelaksanaan program-program pembangunan kesehatan.

“Secara khusus, apresiasi saya sampaikan kepada masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mengantarkan masyarakat di 18 Desa ini dapat meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan sehingga tercipta perilaku hidup sehat dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan dan akses sanitasi yang layak” kata dr Agus mengutip laporan Bupati.

Menurut Bupati, upaya mewujudkan akses masyarakat terhadap sanitasi dan air minum yang layak merupakan bagian dari upaya promotif-preventif yang harus diutamakan.

Sebab, upaya promotif-preventif yang efektif akan menekan kejadian penyakit, menurunkan jumlah orang yang sakit dan orang yang berobat sehingga berdampak pada efisiensi biaya kesehatan yang menjadi beban pemerintah dan masyarakat.

Sanitasi dan air minum yang layak kata Bupati memberi kontribusi langsung terhadap kualitas manusia di seluruh siklus kehidupannya, mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia kerja, ibu hamil dan kelompok lanjut usia.

Sebab, tanpa sanitasi dan air minum layak akan muncul berbagai masalah kesehatan, seperti kejadian penyakit menular dan keracunan yang dapat menimbulkan sakit, cacat, bahkan meninggal.

“Tersedianya sanitasi dan air minum yang layak dapat mengurangi risiko terjadinya diare hingga 94%” urainya.

Dalam meningkatkan akses atau jangkauan masyarakat pada sanitasi dan air minum layak, Pemerintah melaksanakan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM yang merupakan salah satu strategi pemerintah untuk percepatan perubahan perilaku masyarakat dalam kaitannya dengan air minum dan sanitasi yang layak, tambah dr. Agus.

Strategi ini lanjut dia, dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat khususnya pada kegiatan untuk mendorong perubahan perilaku.

Bahkan dengan penerapan STBM tak lain untuk pemenuhan sarana sanitasi dan air minum yang layak hingga ke seluruh pelosok desa serta untuk pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat memerlukan upaya komprehensif, terintegrasi, dengan dukungan kerjasama lintas sektor, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat hendaknya ditanamkan sejak usia dini agar menjadi budaya yang dipraktekkan sehari-hari sepanjang hidup” ungkapnya.

Bupati berharap agar momentum ini akan memberikan keyakinan kepada kita untuk penguatan langkah dan upaya dalam pembangunan sanitasi nasional menuju masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera, pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here