Dirpolairud Polda Sulteng Tangkap 7 Orang Pelaku Illegal Fishing di 2 TKP

0
488

PALU | matarakyatindo.com – Laut dangkal Teluk Tomini di perairan Parigi Moutong dan Banggai akhir-akhir ini sangat mengancam kerusakan terumbu karang akibat tangan ‘jahil’ pelaku illegal fishing (bom ikan). Akibatnya, sekelompok nelayan kecil saat ini tidak lagi melaut karena takut akan berselisih dengan pencari ikan memakai bom.

Para kejahatan pelaku illegal fishing di wilayah Sulawesi Tengah ini dipastikan telah merugikan kekayaan negara karena telah merusak terumbu karang tempat bertelurnya ikan batu.

Berdasarkan informasi dari masyarakat inilah pihak Dirpolairud Polda Sulteng dibawah komando Kombes Pol Indra Rathana S.IK merespon cepat dengan menerjunkan Timnya untuk melakukan penyelidikan dilapangan, terkait penangkapan ikan dengan bahan peledak (bom ikan) atau Destruktif fishing dan penangakapan ikan dengan bahan kimia di wilayah perairan Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Keterangan diperoleh, Dua Tim yang diturunkan dilapangan telah melakukan tangkap tangan terhadap pelaku Illegal fishing, masing-masing pada hari kamis (10/10) Pukul 12.00 Wita di Wilayah Perairan Desa Toiba Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai ditemukan kapal tanpa nama dengan pelaku Inisial MT dan RL warga Kabupaten Banggai yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan kimia biologis (potasium) dan/atau alat bantu yang dilarang.

Adapun barang bukti yang disita yaitu 1 unit perahu tanpa nama, 2 unit mesin ketinting masing masing 15 pk dan 9 pk, 7 buah jaring pengumpul ikan, 1 buah kompressor dan tabung, 2 roll selang, 1 buah dakor, 1 buah kacamata selam, 1 buah senter selam, 1 buah botol vixal, 1 buah botol air aki dengan selang panjang kurang lebih 15 cm, 1 buah botol sprite slime berisi serbuk putih, 2 pasang sepatu katak, 3 buah panah ikan, 2 buah tadu (jerat)udang lobster, 3 botol air limas perahu, Ikan dan udang lobster dengan berbagai macam jenis dan ukuran.

Bahkan tim yang bekerja di wilayah Parigi Moutong tepatnya di peraian Laut Desa Sibatang Kecamatan Taopa pada posisi 7 Mill dari pantai, tim yang sudah melakukan pengawasan sejak sabtu pagi (12/10) Pukul 05.30 wita berhasil menangkap Kapal batang yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) yang dilakukan oleh lima pelaku dengan inisial IT, S, IN, DN dan YT.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamanakan terdiri dari 1 Unit Perahu batang (bodi) 13 meter, 1 Unit Mesin Yamaha 40 PK, 1 unit Kompresor, 2 Selang untuk menyelam masing panjang 60 meter, 3 buah Dakor, 3 buah Sepatu Katak dan 3 buah Kacamata Selam, 2 buah Sibu-sibu pengumpul Ikan, 4 kotak Gabus Ikan, 1 buah Aki motor 12 Fuul, Kabel kembar Hitam Merah panjang 50 Meter, Patahan Anti Nyamuk, 3 kotak korek Api dan 1 gulung Benang, 12 botol Bir Bom Ikan yang sudah diracik, 9 botol jenis Coca C Bom ikan sudah diracik, 1 botol plastik merek LR berisikan serbuk pupuk Cap M yang belum diracik, 1 botol minuman merek PS berisi serbuk pupuk dan 1 botol plastik (teh botol) berisikan serbuk Korek Api, Ikan jenis Lolosi hasil Bom ikan sebanyak 4 kg dan ikan terpal/ ikan pogo sebanyak 1 Kg.

Seluruh tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Sulteng untuk penyidikan lebih lanjut. Sesangkan para pelaku dijerat dengan pasal 84 ayat 1 dan/atau pasal 100b Jo pasal 8 ayat 1 UU No.45 tahun 2009 tentang perikanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK menghimbau kepada masyarakat nelayan dimanapun berada agar tidak melakukan penangkapan ikan di perairan laut kita dengan cara menggunakan Bom Ikan atau alat tangkap lain yang dilarang oleh Undang Undang.

“Karena yang mereka lakukan dapat merusak ekosistem Biota Laut dan dapat diancam pidana. Kekayaan laut bukan milik perorangan atau kelompok tetapi untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran seluruh masyarakat nelayan” pesannya.

Rilis : Bidhumas Polda Sulteng

Editor : Sumardin || Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here