Dituding Malpraktek, Ini Penjelasan Ketua Medik RSIA Defina dr Abdul Karim

0
160
Foto : (deni) Ketua Medik RSIA Defina Parigi dr Abdul Karim Sp.OG

PARIMO, matarakyatindo.com RSIA Defina Parigi Tuding Tidak Ada Malpraktek yang di lakukan oleh tim medik saat menjalani operasi sesar kepada pasien an hasniar hingga menyebabkan meninggalnya korban. Kami sudah melakukan sesuai dengan SOP medik dan mendiagnosa sebelum melakukan operasi terhadap pasien.

Hal tersebut di sampaikan dr Abdul Karim Rabu 2 nobember 2022, ia selaku ketua mediak RSIA Defina,” menjelaskan turut berduka cita atas meninggalnya pasien pasca di operasi, tentunya kita tidak menginginkan kasus kematian seperti ini terjadi, namun saja kita tidak bisa mengingkari kasus ini bisa terjadi terhadap pasien. Ucapnya.

Kata dia, kronologis kejadian pada malam tanggal 21 oktober 2022, saya sedang melakukan operasi, setalah itu ada pasien datang dari rujukan Puskesmas Kamsimbar, dan di tangani salah satu rekan dokter yang ada di RSIA Defina.

“Abdul karim, menjelaskan, benar pasien an hasniar merupakan pasien rujakan asal puskesmas kasimbar, pasien masuk merupakan pasien partus macet (distosia) atau partus lama istilah dalam kedoteran, dengan tensi riwayat preeklamsia atau keracunan kehamilan.” Jelasnya.

Dia menambahkan, diagnosa struktur rumines tanda-tanda lahir mau robek pada saat mau melahirkan secara normal, namun pasien berteriak-teriak minta di operasi sesar. Maka di lakukan operasi sesuai pemeriksaan awal, dengan HB 11,9 gram persen. Sehingga di lakukan operasi. Tambahnya.

Sebab menurutnya pasien tersebut harus di lakukan operas sesar, pasal bila di paksakan melahirkam secara normal dikhawatirkan terjadi robekan pada saluran jalan lahir bayi dan berakibat vatal bagi pasien.

Di akuinya memang ada kesulitan dalam kasus-kasus seperti ini. Akan tetapi proses operasi berjalan lancar, dan pasien juga menjalani observasi ketat pasca di operasi uantuk memerikasa keadaan pasien sejauh mana perkembangan yang terjadi setelah di operasi.

Sejam kemudian terjadi atonia uteri pada rahim pasien yang tidak bisa mengecil dan mengalami pendarahan terus di bagian bawah. Kemudian pihak medik memberitahukan kepada keluarga ini harus di lakukan pengangkatan kandungan.

Dan pihak keluarga setuju dan mendatangani surat pernyataan operasi kedua kalinya, Dan di siapkanlah darah untuk menjalani operasi kedua.

Sambungya, kemudian pasien di pindahkan ke ruang khusus, tiba-tiba pasien tidak sadarkan diri dan tensi terus menurun, dokter yang menangani melakukan koordinasi bersama sokter anastesi namum pasien tidak mengalami perkembangan hingga meninggal dunia. Ungkapnya.

Lanjutnya, kami pihak RSIA Defina sudah melakukan semua prosedur medik untuk menangani pasien hingga pasca melahirkan, terkait dokter yang menangani pasien.” saya selaku ketua medik sudah mengaudit kepada dokter tersebut dan telah berkonsultasi dengan ketua IDI. Imbuh Abdul Karim.

 

DENI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here