DPT Parimo Untuk Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Sulteng Tahun 2020 ‘Menurun’

0
90
Wartawan : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – KPU Daerah Parigi Moutong belum lama ini telah melaksanakan rapat pleno dalam menentukan jumlah pemilih tetap untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah tahun 2020.

Berdasarkan hasil rapat pleno tersebut, KPU Daerah Parigi Moutong telah menetapkan daftar pemilih tetap sebanyak 294.069 orang dengan perbandingan untuk pemilih laki-laki 150.410 DPT tetap dan perempuan 143.659 DPT tetap.

Demikian pernyataan Ketua KPU Parimo melalui Sulfiana Dg Patanga S.Sos sebagai bidang Devisi Perencanaan dan Data kepada media ini, Senin (19/10/2020) di ruang kerjanya.

Sulfiana mengatakan, daftar pemilu tetap yang telah ditetapkan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara adalah Hasil Perbaikan (DPSHP) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Tahun 2020 yang tersebar di 23 Kecamatan.

Dia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan dan jadwal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020, pihaknya sudah melaksanakan perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) karena memang pada waktu DPS diumumkan telah meminta masukan dan tanggapan dari masyarakat selama 10 hari mulai dari tanggal 19 September 2020 s/d 28 September 2020 yang lalu.

“Dari hasil tanggapan masyarakat tersebut ada beberapa yang belum terdaftar, tidak memenuhi syarat pada DPS maka itu dieksekusi langsung oleh PPS berdasarkan masukan dari masyarakat tersebut “, ujarnya.

Bahkan, sebelum menuju DPS dilakukan pemutahiran lebih dahulu dengan melakukan pencocokan dan penelitian sehingga dilakukan coklik, kemudian disusun kembali dan itulah yang menjadi bahan perbandingan.

Sedangkan selama tahapan penyusunan akan dilakukan perbaikan mengingat adanya orang yang belum tercatat dalam DPT, karena perekaman itu tidak selamanya menjadi tahapan dalam penyesuaian data

“Alhamdulillah semua sudah ditetapkan sesuai dengan data KTP, sedangkan untuk warga yang belum memiliki perekaman akan diupayakan kembali karena ada relawan demokrasi yang direkrut untuk mensosialisasikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2020” tambah Sulfiana.

Dalam aturan KPU tercatat bahwa yang menjadi daftar pemilih sementara ataupun yang dilakukan coklik adalah DPT terakhir, sehingga tidak ada lagi pemilih non adminduk sebutan NIK invalid dan NKK invalid karena sudah dibersihkan dalam tahapan penyusunan daftar pemilih sementara hasil pemutahiran (DPSHP).

“Pemilih yang tidak masuk dalam DPT itu masih ada. Makanya tetap dibangun kerjasama dengan Dukcapil. Kami hanya menerima dengan orang yang memiliki persyaratan yang jelas” tuturnya.

Diakhir penjelasannya, Sulfiana menyebut bahwa pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 28 Oktober 2020 secara serentak sesuai dengan tahapan setelah selesai dilaksanakan pleno, pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here