Dua Pemuda Edarkan Kosmetik Secara Ilegal Ditangkap Petugas Ditreskrimsus

0
873

PALU | matarakyatindo.com – Edarkan Kosmetik secara illegal di kota Palu, dua orang pemuda digrebek petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, 24/10/2019.

Kronologis : Pertama, Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A /290/X/2019/SULTENG/SPKT, Tanggal 30 September 2019. Pada hari Jum’at tanggal 27 September 2019, sekitar jam 09.30 Wita petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap rumah yang beralamatkan di jalan Puenjidi Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Di alamat (TKP) tersebut petugas menemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin edar. Kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan / diperdagangkan ke konsumen oleh tersangka AI alias Opan (29), ber-KTP Jln Asam II Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat Kota Palu.

Kemudian sediaan farmasi berupa kosmetik tersebut diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Barang Bukti : 685 Botol Conditioner Pelurus Rambut Turbo Byrose, 423 Botol Shampoo Pelurus Rambut Turbo Byrose, 212 Pot HB whitening Glow, 35 Botol sabun wajah dosis tinggi, 38 kemasan botol kosong, 45 toples plastik MhyChy Skincare White Bodylotion, 44 cup persegi handbody tanpa merek, 44 buah stiker bulat merek HB Dosis tinggi, 24 buah stiker persegi merek shampoo Pelurus Rambut, 1 Gram 2 kaca cincin emas reward untuk resseler penjual produk terbanyak.

Barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas tersebut berkisar sejumlah Rp. 13.200.000,- (Tiga Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

Tersangka AI yang melakukan penjualan kosmetik tanpa izin sejak bulan Juli 2019 ini, diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1,5 Miliar dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Kedua, Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A /291/X/2019/SULTENG/SPKT, Tanggal 30 September 2019. Pada hari Jum’at tanggal 27 September 2019 pukul 11.30 wita, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat memproduksi sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa ijin produksi dan tanpa ijin edar kemudian anggota Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap rumah yang beralamatkan di Jln. Jalur Gaza No.4 Kel. Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Di alamat (TKP) tersebut ditemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin produksi dan tidak memiliki ijin edar yang mana kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan /diperdagangkan ke konsumen oleh tersangka AW alias Wildan (18) alamat Jl. Jalur Gaza Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu.

Kemudian sediaan farmasi berupa kosmetik tersebut diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Barang Bukti :

109 Botol Conditioner warna hijau.
58 Botol Conditioner warna kuning.
± 735 Botol shampoo tidak bermerek warna kuning. 1 jergen ukuran 5 Ltr Heviny Conditioner, 3 buah loyang warna abu-abu; 1 buah loyang warna hitam, 2 buah alat takar, 2 buah stiker/label merek Pelurus Rambut Turbo By rose.

Barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas berupa Shampoo dan Conditioner tersebut berkisar sejumlah Rp.6.384.000,-

Tersangka AW alias Wildan yang mulai memproduksi dan mengedarkan Kosmetik sejak bulan September 2019 tersebut, telah diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1,5 miliar dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a), (g) dan (i) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto S.IK menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli kosmetik, pastikan produk yang akan dibeli memiliki izin edar.

“Jangan tergiur dengan harga yang sangat murah sementara produk tersebut Ilegal, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan” ujarnya.

Sumber : Subbid Penmas Bidhumas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here