Dugaan Malpraktek, Kuasa Hukum Dampingi Klien Minta Penjelasan IDI

0
128

PARIMO, matarakyatindo.com Pihak RSIA Defina Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulaweai Tengah, di kalim salah satu keluarga pasien yang meninggal pasca di operasi bersalin, pihak keluarga merasa ada yang tak beres dengan operasi yang di lakukan pihak RSIA Defina.

Pihak keluarga korban meduga terjadi malpraktek yang di lakukan salah satu dokter bersalin pada tanggal 21 okterber 2022 lalu yang mengakibatkan meninggalnya keluarga pasien bernama Rusli.

Kepada sejumlah awak media keluarga korban atau suami dari pasien yang di dampingi kuasa hukumnya Hartono taharudin SH, pada senin 31 oktober 2022 di parigi. Mengatakan hari ini kami mendapingi klaien kami untuk meminta penjelasan atas meninggalnya istri dari klaien kami.

“Menurut Hartono, istri dari klaien kami saat menjalani operasi lahiran awalnya dalam baik-baik saja, setelah di lakukan operasi istri dari klaien kami mengalami kejang-kejang dan terjadi pendarahan yang hebat.” Ujar Hartono.

Kata dia, “hari ini kami akan menemui ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Parimo untuk meminta penjelasan atas dugaan malpraktek yang di lakukan oleh salah satu dokter yang ada di RSIA Defeni beberapa waktu lalu . Ungkapnya.

Sementara itu Rusli suami dari pasien mengatakan, padahal kami keluar sudah menanyakan kepada perwat dan dokter yang menangani istri saya, dok apa yang terjadi dengan istri saya kenapa kejang-kejang setalh di operasi dan terjadi pendarahan, tanya Rusli.

Sembari ia bertanya dan menuturkan kenapa terdi pendaharan padahal kebutuhan kantong darah yang dintransfusi sudah habis dan masih saja terjadi pendarahan, ini yang kami sesalkan dari pihak RSIA Defina yang tidak menjelaskan penyebab kematian istri saya. Kesalnya.

“Dirinya berharap ada penjelasan dari pihak RSIA, namum tak satupun yang memberikan keterangan, kami juga merasa janggal dengan operasi yang di lakukan ini operasi bersalin namun ada operasi pengankatan rahim. Terangnya.

Kami pihak keluarga seakan tak terima dengan adanya dugaan malpraktek yang dilakukan oleh salah satu oknum dokter di RSIA Defina, sebab tidak memberikan keterangan yang jelas apa penyebab terjadi kematian istri saya. Ungkap Rusli.

Rusli didampingi kuasa hukumnya menemui ketua IDI Parimo menyampaikan apa yang di alami istrinya hingga meninggal dunia lantaran adanya dugaan malpraktek.” ketua IDI Parimo dr Mohamad Masyur, yang di temui di RSUD Anuntaloko senin 31 oktober 2022.

Saya baru medengar kasus ini, dan akan mengkroscek apa yang terjadi sebenarnya kepada keluarga pasien hingga menimbulkan kematian saat menjalani operasi bersalin. Silahkan menyurat dan kami akan pertemukan dan mediasi kasus ini dengan pihak RSIA Defina serta dokter yang melakukan operasi. Tungkasnya.

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here