Enam Bulan Pengurus PD IKAAL ‘Kosong’ Pimpinan, Petinggi Alkhairaat Pusat Desak Pelaksanaan Musda Secepatnya

0
202

Foto : Empat sosok alumni Alkhairaat saat melakukan diskusi kecil terkait pelaksanaan Musda PD IKAAL ke – 2 di Parimo (F-Deni)

Wartawan : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Instruksi Petinggi pengurus pusat Alkhairaat Indonesia di Sulawesi Tengah terkait ‘kosong’ ketua pengurus PD Ikatan Alumni’ Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong provinsi Sulawesi Tengah.

Kepada media ini, Syaifuddin S. Lukman sebagai Wakil Sekertaris Umum pengurus IKAAL pusat mengatakan, hingga enam bulan terakhir pasca selesainya kepengurusan PD IKAAL Kabupaten Parimo, seharusnya dilakukan agenda musyawarah daerah (musda), ujarnya.

Mengingat Corona melanda Indonesia, kevakuman kursi kepemimpinan PD IKAAL selama enam bulan terakhir yaitu bulan Maret 2020 dirasa wajar saja. Namun bukan berarti agenda ini menjadi tertunda.

“Yang terpenting pelaksanaannya harus sesuai anjuran protokol kesehatan sebagaimana peraturan Gubernur Sulawesi Tengah tertanggal 22 September 2020” jelas panggilan Ustadz Obet ini.

Saat ditanya soal siapa sosok sebagai calon Ketua PD IKAAL periode tiga tahun kedepannya ? Menurutnya, siapa saja yang ingin mencalonkan diri dipersilahkan. Yang penting sistim pencalonannya harus sesuai anjuran Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), minimal calon adalah alumni Alkhairaat, kata Ustadz yang murah senyum ini.

Ketika ditanya soal kepemimpinan PD IKAAL sebelumnya, apakah penilaiannya sudah bisa merangkul para alumni yang ada di Parigi Moutong ?

Kata Syaifuddin, sudah lumayan karena terbentuknya pengurus IKAAL di Parimo baru dilakukan melalui Musyawarah daerah yang pertama.

“Semoga atas izin Allah untuk pelaksanaan musyawarah daerah PD IKAAL yang kedua akan lebih baik lagi. Artinya siapa saja pengurus yang berkompeten didalamnya harus mampu mengadopsi tuntunan dari Ustadz Tua sebaga guru besar dan pendiri Alkhairaat di Indonesia HS Idrus Bin Salim Aljufri” terangnya.

Sementara, alumnus Alkhairaat Parigi sekaligus salah seorang pendiri PD IKAAL di Parimo Riswan Batjo SPdI berkomentar, pengajuan calon pimpinan PD IKAAL harus lebih banyak lagi, yang penting semuanya harus berlandaskan AD/ART dan harus diperlakukan hak yang sama.

Akan tetapi kata Riswan, pemberlakuan ini bukan saja harus diambil hanya berpotensi satu nama saja. Dan juga jangan tersegmentasi kepada terkhusus bagi alumni Alkhairaat Parigi. Tapi semua Abna’ul Alkhairaat yang ada di Parimo bisa saja mencalonkan diri.

“Kita bicara saat ini soal rumah besar. Alkhairaat bukan saja melihat hanya disekitar alumni Alkhairaat Parigi, namun bersifat umum, seperti alumni dari daerah lain dan memiliki KTP Parigi Moutong” terangnya.

Dirinya berpesan, semoga untuk pelaksanaan Musda ke – II PD IKAAL dalam waktu dekat bisa sukses. Dan apa yang dikatakan oleh Ustadz Obet sudah jelas tanpa harus mengabaikan kejelasan AD/ART, pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here