FM3KP Siap Melaporkan Kabag ULP Ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan LKPP RI

0
76

Foto : Ilustrasi

PARIMO | matarakyatindo.com – Ketua Umum Forum Mahasiswa dan Masyarakat Memantau Kabupaten Parigi Moutong (FKM3KP) Fadli A. Azis siap melaporkan Kepala Bagian Unit Pelayanan Pengadaan Setda Parimo inisial HB dalam waktu dekat ini ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah RI (LKPP RI), terkait beberapa kasus.

Fadli katakan, kasus yang akan dilaporkan yaitu sehubungan dengan fakta persidangan dari hasil putusan perkara nomor 29/Pdt.G/2019/PN Prg yang melibatkan Tergugat Samsurizal Tombolotutu dan menyebut bahwa HB menerima uang melalui rekening dari seorang Pengusaha Hance Yohanes untuk kepentingan Kampanye Pilbup Samsurizal Tombolotutu 2018 silam..

“Dari salinan putusan pengadilan ini menyebut peran dan keterlibatan Hendra sebagai salah satu penerima uang untuk kegiatan kampanye pasangan Sabar, apalagi staff dari Hance Yohanes yang mentransfer sejumlah uang mengetahui bahwa HB adalah Tim Sukses” ungkapnya.

Tidak hanya Ke KASN kata ketua Harian FM3KP, namun pihaknya akan melaporkan HB kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sehubungan dengan beberapa praktek curang lelang Kelompok kerja (pokja) lelang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten soal dugaan permainan tender paket-paket dan diarahkan untuk memenangkan pihak tertentu.

Praktik seperti itu kata Fadli berpotensi mengurangi atau menghambat, memperkecil, meniadakan persaingan sehat, bahkan dapat merugikan pihak lain. Dalam kasus ini Kuat dugaan, pokja melakukan pengaturan dengan penyedia tertentu tentang calon pemenang lelang.

Berdasarkan penelusuran FM3KP, diduga ada aroma praktek culas pada tender proyek pembangunan lanjutan gedung rawat inap kelas III empat (4) Lantai BLUD RSUD Anuntaloko Parimo, sebagaimana termuat dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) nomor : 1151149/BA-HPL/ 2018, PT Bumi Sanduay dinyatakan sebagai juara pada proyek dengan pagu Rp11,1 miliar itu.

“Pokja salah satunya adalah Hendra Bangsawan, diduga kuat dengan sengaja melanggar Instruksi Kepada Peserta (IKP) dalam dokumen pengadaan dan mengarahkan PT Bumi Sanduay sebagai pemenang proyek berbiaya DAK tersebut” tulis Azis melalui press rilisnya.

Sementara Hendra Bangsawan yang di hubungi melalui pesan WhatsApp mengaku tidak keberatan atas laporan yang akan di sampaikan FM3KP. “Hak warga negara Melaporkan orang dan terkait dengan putusan pengadilan yang menyebut nama saya terlibat, kan itu kasus perdata” Jelasnya kepada Ketua FM3KP.

Sumber : FMMM Kabupaten Parimo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here