Gara-Gara Rumah Bantuan, BPD dan Aparat Desa di Gorontalo Ini Saling Tuding

0
410

Pohuwato, Matarakyatindo.com Adanya bantuan rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, membuat Anggota BPD dan Aparat Desa saling tuding. Senin, (16/9/19).

Pasalnya, Pemberian Rumah Bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Kepala Lima tersebut, diduga tidak tepat sasaran dan sengaja disembunyikan dari Anggota BPD

Oknum Anggota BPD yang tidak mau disebut namanya pada saat dikonfirmasi oleh Reporter Matarakyatindo.com pada Minggu (15/9), mengatakan dirinya kecewa dengan pemberian bantuan rumah yang berada di Desa Kelapa Lima.

“Pemberian bantuan rumah Kat ini sudah tidak sesuai lagi, mengapa saya katakan seperti itu, karena yang sudah punya rumah diberikan bantuan rumah kembali,” Tuturnya.

Oknum BPD tersebut menambahkan bahwa tugas kami sebagai Pengawasan, dan penampung aspirasi masyarakat sudah tidak digunakan lagi oleh pemerintah Desa.

“Kami di BPD juga sudah pernah menanyakan nama-nama penerima bantuan Rumah Kat itu kepada aparat Desa, namun mereka tidak mau memberikan kepada kami, kami BPD seakan-akan tidak difungsikan lagi dalam bertugas,” tambahnya.

Dia melanjutkan, bahwa menurut kami selaku BPD masih ad yang lebih berhak untuk menerima bantuan rumah tersebut.

“Yang membuat kami bingung ini, orang tua dari pemerintah Desa, dan juga Orang tua dari Bendahara Desa mendapatkan bantuan rumah tersebut,” lanjutnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Desa Kelapa Lima, Yakob Balaati, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/9) malam mengatakan bahwa baru rencana melakukan pembangunan rumah tersebut, sudah mendapat penolakan dari pihak BPD itu sendiri.

Yakob Balaati, Kepala Desa Kelapa Lima. (Foto: Ist)

“Baru pertama saya membangun dari pihak BPD menolak,” ucapnya.

Kemudian dia menjelaskan, bahwa terkait dengan penerima bantuan yang sudah memiliki rumah, juga berhak mendapatkan bantuan rumah Kat tersebut, karena mereka pemberi Hibah.

“Untuk pemberi hibah mendapatkan rumah tersebut, karena mereka sudah memberikan lahannya, jadi kami berikan,” jelasnya.

Lanjutnya, bahwa selama dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Kelapa Lima mulai dari tahun 2017, pihak BPD kelapa Lima belum pernah turun langsung di lapangan untuk melakukan pengawasan.

“BPD yang ada di Kelapa Lima ini tidak pernah memantau langsung pembangunan yang berada di Desa ini,” pungkasnya.

Reporter : Ramlan Tangahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here