Gedung RS Raja Tombolotutu Mangkrak, Anggota DPRD Parimo Fraksi PDI-P Nurul Qiram Angkat Bicara.!!

0
1792

PARIMO || matarakyatindo.com Anggota komisi IV Fraksi PDI-P Nurul Qiram angkat bicara soal Gedung dua tingkat Rumah Sakit Raja Tombolotutu Tinombo yang mangkrak selama dua tahun, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong ini sesalkan fasilitas gedung tak kunjung selesai selama dua tahun Bahkan hingga mangkrak tak di tindak lanjuti penegak hukum.

Kepada matarakyatindo.com Nurul Qiram menjelaskan, gedung yang semestinya sudah di selasaikan itu malah di biarkan begitu saja.

“Padahal tersisa finishing saja, pihak kontraktor rekanan tak bertanggung jawab pada proyek pembangunan gedung rumah sakit Raja Tombolotutu, yang menghabiskan dana miliaran itu” terangnya.

“Saat kami mengunjungi rumah sakit Raja Tombolotutu Senin (13/4/2020), dalam kunjungan tersebut meninjau kelayakan fasilitas gedung serta pelayanan kesehatan, kami sesalkan kondisi gedung terabaikan begitu saja tanpa ada pemeliharaan seharusnya sudah di selesaikan sejak lama” Tambahnya.

Nurul Qiram menjelaskan, dirinya sudah bertemu dengan direktur Rumah Sakit dr Rustam.

“Saya menanyakan gedung yang mangkrak, kata direktur RS, di jelaskan ya benar gedung tersebut mangkrak sudah 2 tahunan, padahal tinggal finishing saja, kami berharap pemda mau menganggarkannya menyelesaikan sisa pekerjaan, pasalnya gedung ini bisa menampung 40 pasien” Tutur direktur RS Raja Tombolotutu pada anggota DPRD.

Sementara itu, dr. Rustam selaku Direktur RS. Raja Tombolotutu berharap Dengan adanya perbaikan ini di tengah pandemi covid 19.

“Gedung ini bisa di gunakan sebagai ruang isolasi darurat bagi PDP, tak hanya itu saja pemda juga harus menyikapi kekurangan dokter spesialis pasalnya sejak ditinggalnya dokter spesialis RS ini omsetnya menurun tak hanya itu saja bakal akreditas akan turun” Beber Rustam.

Lanjut, kekurangan dokter ini kami pihak pengelola juga meminta bantuan dokter kontrak dari RS lain untuk mengisi kekosongan dokter yang di tinggalkan bahkan dokter bantuan sebulan hanya 2 kali saja, jelas ini akan menambah beban pihak RS jika kekosongan terus menerus, Bahkan pihak RS juga berhutang pada obat-obatan mencapai 8 miliar. Kondisi ini sudah di sampaikan ke sekertaris daerah untuk di tindak lanjuti.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here