Gedung SMPN 3 Kasimbar Yang ‘Keropos’ Kena Gempa Kini Mendapat Dana Rehab

0
748

 

PARIMO | matarakyatindo.com – Gedung SMPN 3 Kasimbar beralamat di Desa Donggulu Selatan yang terdampak gempa akhirnya menjadi perhatian serius dari Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019.

Ketika pekerjaan rehabilitasi pembangunan gedung sekolah tersebut sedang di kebut pekerjaannya, ternyata perwakilan masyarakat mulai ‘mengendus’ kepada wartawan soal jenis pekerjaan yang tidak sesuai RABnya.

Seseorang yang mengatasnamakan masyarakat ini melaporkan bahwa pekerjaan rangka plafon tidak diganti. Begitu pula untuk pondasi batu kali tidak ada dan cor slop beton serta cor kuda-kuda batu.

“Pekerjaannya itu hanya asal-asalan dan tidak sesuai RAB yang ada. Padahal nilai pagu anggarannya Rp421 jutaan. Siapa yang bertanggungjawab dengan pembangunan yang tidak sesuai spesifiknya itu ?” Lapornya melalui mesenjer kepada media ini.

Kepala Sekolah SMPN 3 Kasimbar Drs Hasanudin ketika dikonfirmasi media matarakyatindo.com sore ini Rabu (16/10/2019) melalui ponselnya membenarkan jika Sekolah yang dipimpinnya itu mendapat anggaran rehabilitasi ruang kelas.

“Sekolah kami tahun ini mendapat bantuan DAK Tahun Anggaran 2019 untuk volume kegiatan 3 ruangan dengan jumlah dana bantuan sebesar Rp421.731.750 juta” ujarnya.

Dana untuk kegiatan rehabilitasi sekolah yang sedang dalam proses pekerjaannya ini kata Hasanudin (Kepsek) sebenarnya sudah dilaporkan pasca gempa yang berkekuatan 6.5 SR bulan September tahun 2018 lalu, menyebabkan tiga ruangan tempat belajar mengajar jadi retak.

“Syukurlah kegiatan rehabilitasi ruang kelas sudah terlaksana. Ini semua karena perhatian Kadis Pendidikan terhadap sekolah kami walaupun sifatnya pekerjaan rehabilitasi” terangnya.

Adapun laporan warga soal pekerjaan sekolah yang sedang terbangun saat ini tidak sesuai RAB, adalah tidak benar. Semua pekerjaan untuk pembangunan kegiatan rehab ruang kelas sudah berdasarkan gambar yang ada, dikerjakan melalui swakelola oleh panitia pembangunan di Sekolah, bukan dipihak ketigakan, terang Hasanudin.

Kepala Dinas Pendidikan Parimo Adrudinur MSi kepada media ini membenarkan jika kegiatan rehabilitasi ruang kelas SMPN 3 Kasimbar sudah berjalan sesuai kontraknya.

Jumlah dana bantuan senilai Rp421 Juta lebih yang di swakelola oleh panitia pembangunan di lingkup sekolah tersebut tidak ditemukan kesalahan dalam pekerjaannya, sesuai hasil pantauan Dinas Pendidikan belum lama ini, jelas Kadis.

Demikian halnya penjelasan Kabid SD – SMP Jalaludin MSi kepada media ini. Menurutnya, pekerjaan swakelola pembangunan sekolah sudah melalui tahapan yang benar karena sudah diperiksa oleh pihak Inspektorat Parigi Moutong baru-baru ini, tidak ada temuan.

Bila ada laporan masyarakat terkait pekerjaan pembangunan sekolah yang tidak sesuai RAB, sambung Jalaludin itu tidak benar. Apa lagi item pekerjaannya itu sudah mendapat sinyal baik dari tim pemeriksa. Demikian pula hasil pantauan kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten.

“Selaku Kepala Bidang sudah tau siapa yang melapor soal dugaan dimaksud. Mereka sebagai pelapor itu tidak paham, apakah item pekerjaannya itu memangnya harus dibongkar keseluruhan ? Itu tidak mungkin, karena sekolah itu mendapat bantuan DAK Rehab TA 2019” tutupnya.

Reporter : PDe | Sumardin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here