Gelar Aksi, Gabungan Petani & Nelayan AMPPN Datangi SPBU Mensung

0
158
Aksi Masyarakat Peduli Petani dan Nelayan membawa Mesin Combain Harvester Ke SPBU Mensung

PARIMOmatarakyatindo.com Gabungan masyarakat petani, nelayan dan pengecer kecil yg berada di wilayah Kecamatan Mepanga, Ongka Malino dan Palasa menggelar aksi di SPBU Mensung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO) Sulawesi tengah Rabu (14/9/2022).

Kedatang meraka ke SPBU Mensung untuk memprotes atas kebijakan tiadanya pelayanan pengisian jerigen yang di lakukan oleh pihak SPBU Mensung, aliansi yang mengatasnamakan aliansi masyarakat peduli nelayan dan petani (AMPPN).

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, aksi protes ini dilakukan untuk merespon kebijkan pihak SPBU Mensung yang tidak memperbolehkan pengisian jerigen. hal tersebut sangat berimbas pada petani, nelayan dan masyarakat yang jauh dari SPBU.

Hal tersebut disampikan oleh  Koordinator Lapangan (Korlap), “AMPPN Kami sangat tidak setuju dengan kebijakan SPBU, pasalnya masyarakat yang jauh dari SPBU apalagi para nelayan dan petani.

Sebab tidak munkin para nelayan datang ke SPBU harus membawa perahunya seraya juga di sampaikan petani tidak munkin kami harus membawa teraktornya ke pertamina untuk mendapatkan BBM, sehinga untuk mendpatkannya harus melalui jerigen. “Ungkap Rafli Sukaan.

“Rafli, berharap agar pengisian jerigen tetap diadakan demi keberlangsungan hidup masyarakat petani dan nelayan yang jauh jaraknya dari SPBU. Lugasnya.

Aliansi Masyarakat Peduli Petani dan Nelayan (AMPPN)

Sementara itu Farid Pundanga selaku pihak meneger SPBU menyampaikan permohonan maafnya kepada para nelayan dan petani. “Saya selaku penaggungjawab SPBU memohon maaf jika selama beberapa  hari telah melakukan penutupan total pelayana jerigen.

Baik itu entuk jerigen jenis  solar dan pertalite. “Ini kami lakukan demi menepis adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya pelayanan jerigen di SPBU. Ujar Farid.

Dikatakannya namun apabila hal ini merupakan desakan dari petani dan nelayan tentunya pelayanan di SPBU akan kami buka dengan satu landasan rekomondasi dari desa atau kecamatan sebagai acuan kami. Sambungnya.<span;>  berdasarkan rekomendasi dr kecamatan yg selama ini telah berlangsung<span;>nya.

Dirinya juga meminta pihak institusi terkait baik Polri dan TNI membantu kami dalam melakukan pengaturan dan pengawasan pendistribusian ke petani dan nelayan agar bisa tepat sasaran. Pintanya.

Ditempat terpisah Kapolsek Tomini, IPDA Jusman Bakrie. Saat di konfirmasi ia mengatakan, Hasil koordinasi kami denga pihak SPBU dan Pemerintah Kecamatan. yaitu tetap melakukan pengisian BBM bersubsidi kedalam jerigen untuk kepentingan nelayan dan petani b

erdasarkan rekomendasi dari kecamatan yang selama ini telah berlangsungnya. Ucap Kapolsek.

Lanjutnya. Apabila nanti ada keputusan dari Pemda Parimo tentang rekomendasi 1 pintu maka rekomendasi dari kecamatan tidak berlaku lagi. yang intinya bahwa BBM bersubdi itu tidak dilarang dalam pengisian jerigen sesuai dengan Perpres no 191 tahun 2014 selama ada rekomendasinya.

Yang dilarang itu adalah proses pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Kami Polri juga sudah memberi himbauan kepada Masyarakat yang antri agar tetap tertib supaya tidak kayak pasar dan saling baku rebut sehingga seakan-akan itu semerawut. Pungkasnya.

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here