Gelar Operasi Yustisi di Parimo Libatkan TNI-Polri-Satpol PP, Tak Pakai Masker Ditindak

0
381
Wartawan : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Merebahnya penyebaran Covid-19 di wilayah Sulawesi Tengah akhir-akhir ini, membuat Pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong melakukan operasi yustisi.

Gelar operasi yustisi yang dimulai tanggal 1 Pebruari 2020 ini melibatkan personil TNI-Polri hingga Satpol PP dalam rangka menekan penyebaran virus Corona dengan sasaran adalah pendisiplinan warga yang tidak bermasker.

“Saya ingin menyampaikan bahwa operasi yustisi terkait dengan penggunaan masker ini tujuannya untuk mengantisipasi sebaran virus covid-19 yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan” ungkap Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka SH SIK usai melepas tim operasi yustisi di Halaman Upacara Kantor Bupati, Kamis (24/9/2020) kepada matarakyatindo.com.

Mengingat saat ini penyebaran virus Covid-19 di gelombang kedua semakin mengkhawatirkan lanjut Kapolres, maka diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yaitu untuk selalu menggunakan masker saat berada diluar rumah, ujarnya.

Kenapa harus pakai masker ? Kata mantan Kapolres Kabupaten Sigi bahwa penggunaan masker saat ini yang paling penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan kita akan tegas untuk mengenakan operasi ini.

“Tujuannya adalah untuk meminimalkan penularan di klaster-klaster yang bukan dari dalam, tapi mungkin klaster dari pelaku perjalanan yang datang dari luar Sulawesi Tengah. Jadi mungkin jangan kaget kalau ada polisi, ada TNI, ada Satpol PP, tujuan kita bukan untuk tujuan represif. Tujuan kita untuk menyelamatkan. Kita tidak mau ada korban lagi. Korban orang tua yang punya anak dan lainnya. Ini yang kita antisipasi,” sambungnya.

Makanya setelah tim operasi yustisi ini melaksanakan tugasnya, dihimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker untuk menghindari operasi dengan denda uang sebesar Rp 50 Ribu mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2020 ini.

Dia menambahkan, untuk pencegahannya, tim operasi yustisi akan memperketat diwilayah perbatasan Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengingat wilayah Parimo merupakan daerah lintasan di Pulau Sulawesi, tutup perwira dua bunga ini. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here