Gunakan Pendaftaran di Bank, PPDB SMAN 1 Parigi Menuai Protes Wali Siswa

0
181

Gambar : Ilustrasi PPDB 2020/2021

PARIMO | matarakyatindo.com – Reaksi para wali murid di wilayah kota Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng) untuk memasukan anaknya di SMA Negeri 1 Parigi ternyata menuai protes dari warga.

Pasalnya, sistim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020/2021 yang digunakan saat ini bukan berdasarkan hasil keputusan komite sekolah, sehingga nilai fulus yang tertera untuk masuk di SMAN 1 Parigi benar-benar mengagetkan para wali murid.

“Saat kami daftarkan anak kami, para guru di SMAN 1 Parigi langsung memberikan brosur pendaftaran awal melalui catatan khusus” urai Hendrik warga Kelurahan Bantaya.

Menurutnya, catatan khusus dimaksud yaitu setiap peserta didik baru diharuskan mendaftar awal disalah satu bank yang ditunjuk sebagai tanda bukti bahwa calon siswa dimaksud sudah menyetor uang pendaftarannya, lalu buktinya diserahkan kembali ke sekolah dengan nilai Rp 725.000 diluar untuk uang kelengkapan baju seragam sekolah seharga Rp325.000 totalnya Rp 1.050.000, terangnya.

Beda lagi dengan wali murid dari Parigi. Menurutnya, cara para guru di SMAN 1 Parigi sangat membebani dirinya. Persoalannya, jenjang waktu yang ditentukan sekolah hanya berdurasi Empat hari, yaitu mulai tanggal 21 hingga 24 Juni 2021.

Hal inilah membuat kami kalang-kabut untuk mencari dana cash. Tapi demi keberlanjutan sekolah anak, dan jalan satu-satunya perahu serta mesin katintin milik kami itu rela kami jual.

“Saya merasa ibah melihat Anaku menangis terus karena ingin masuk di SMAN 1 Parigi. Salah satu cara terpaksa harta satu-satunya sebagai penyambung kehidupan itu dijual harga murah. Kemana harus kami pergi saat pandemi covid-19 saat ini” tutur Amran sang nelayan ini dengan mimik suara yang sedih.

Hasil pantauan matarakyatindo.com di salah satu bank sebagai prasyarat PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 SMAN 1 Parigi membludak sejak pukul 07.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA dihari pertama, demi keberlangsungan anak-anak mereka yang ingin bersekolah di SMAN 1 Parigi.

Sementara, mantan anggota DPRD Parimo wilayah Kota Parigi H. Usman Yamin SE, MM langsung melakukan protes soal tehnik PPDB tersebut, sehingga pihak Sekolah langsung menutup sementara penerimaan siswa dimaksud.

Melihat situasi yang kurang kondusif soal PPDB saat pandemi covid-19 ini, wartawan media ini mencoba menemui Kepala Sekolah SMAN 1 Parigi di Sekolahnya.

Menurut Kepsek SMAN 1 Parigi Abd. Muis SPd membenarkan jika sistim Penerimaan siswa baru menggunakan salah satu bank di Parigi sebagai syarat untuk pendaftaran lanjutan. Tapi saat hari kedua kami stopkan karena banyak protes yang ditujukan kepadanya.

“Saya akui sistim PPDB saat ini menggunakan salah satu Bank di Parigi. Namun karena para wali murid melakukan protes, terpaksa kami hentikan sementara. Sedangkan uang pendaftaran yang sudah disetor di Bank akan kami kembalikan lagi secepatnya” jelas Kepsek.

Lantas bagaimana tanggapan Anggota DPRD Parimo dari Fraksi Toraranga mendengar hal tersebut ?

Menurut Lely Pariani SH, seharusnya sistim Penerimaan siswa baru itu jangan selalu dibebani kepada orang tua siswa. Sekolah itu kan sudah jelas menggunakan APBN murni untuk pembangunannya serta dibayar oleh pemerintah melalui dana BOS setiap siswa dengan nilai satu jutaan keatas.

“Terus terang saya selaku Ketua Yayasan SMA Saraswaty Tolai sebagai salah satu Sekolah Swasta di Parigi Moutong tidak mengijinkan Sekolah binaannya ini melakukan ‘pungli’
atau pungutan kepada wali murid saat dilakukan PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021” tegasnya.

Tapi kalau Sekolah Negeri melakukan PPDB dengan memaksakan kehendaknya, maka itu dikatakan keliru. Pasalnya, keadaan kita saat ini masih dalam pandemi covid-19. Dan itu jelas pendapatan masyarakat tidak signifikan seperti sebelum pandemi.

“Kami berharap kepada Sekolah Negeri untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Ikutilah arus yang ada sebagaimana pernyataan Gubernur terpilih untuk membebaskan biaya Sekolah mereka” jelas Lely Pariani mantan Anggota DPRD provinsi ini. (**)

Wartawan : Sumardin (Pde) / Deni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here