Hari Sumpah Pemuda di Warnai Orasi Penolakan Tambang Di Tinombo Selatan

0
244

Laporan : Syarifuddin di Tinombo Selatan

PARIMO | matarakyatindo.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tanggal, 28 Oktober 2021, yang di pusatkan di areal kawasan wisata Tugu Khatulistiwa, di Desa Khatulistiwa Kec. Tinombo Selatan Kabupaten Parimo, yang di dahului dengan berbagai kegiatan lomba olah raga maupun kesenian antar Desa di Wilayah Kec. Tinombo Selatan,

Kegiatan itu di sponsori oleh Persatuan Pemuda Pemudi Tinombo Selatan (P3 TINSEL).

Selain kegiatan lomba, juga dilaksanakan Orasi mimbar bebas, dengan “Tema : Peran Pemuda Terhadap Lingkungan di Tinombo Selatan” yang dilaksanakan Kamis, (28/10) tepatnya hari peringatan Sumpah Pemuda.

Ada pun rute kegiatan Orasi, yakni berangkat dari Areal Tugu Khatulistiwa, hingga turun konvoi ke Desa-desa, kegiatan orasi itu di sponsori oleh sejumlah organisasi pemuda yang tergabung di antaranya Aliansi Rakyat Tani (ARTI), Karang Taruna Pakabelo Tada, Persatuan Pemuda Pemudi Tinombo Selatan (P3TINSEL), dan Kelompok Petualangan Alam (KPA Banaspati).

Ada pun yang menjadi inti dalam penyampaian Orasi adalah Penolakan Tambang di Kec. Tinombo Selatan, sejumlah orator di antaranya Mohamat Irfain, SH, Agung Lamakanja, SE, dan Hardi, SH

Irfain dalam Orasinya banyak mengajak kepada seluruh masyarakat tani, dan umumnya masyarakat Tinombo Selatan, agar dapat menyatukan persepsi untuk tidak memberikan ruang bagi, para penentu kebijakan untuk masuknya pengolahan tambang di daerah kita, karena akan berdampak buruk bagi para petani, khususnya petani sawah.

“ingat hari ini kita belum merasakan dampak buruknya akan tetapi, lama kelamaan akan membuat petani kita menderita, utamanya dalam hal, pemanfaatan air irigasi, yang sudah terkontaminasi dengan zat-zat yang membahayakan bagi para petani” tegas jubir dalam orasi.

Irfain dalam orasinya juga mengingatkan kepada pihak pemerintah dari tingkat atas hingga ketingkat Desa untuk tidak mengambil keinginan sepihak, menerima masuknya pengolahan tambang di Kec. Tinombo Selatan, sebagai bagian dari daerah yang dilindungi dan dicintai.

Agung juga dalam orasinya, mengajak seluruh masyarakat Kec. Tinombo Selatan untuk senantiasa menjaga Lingkungan, untuk tidak menjadi target bagi orang-orang penguasa, yang pada akhirnya akan berdampak buruk bagi masyarakat petani.

“olehnya jangan pernah kita berikan kesempatan bagi mereka-mereka yang datang mengambil hasil bumi kita tanpa memikirkan dampak buruknya bagi masyarakat petani kita”tegasnya.

Berbeda dengan orator yang satu ini, Hardi, SH yang merupakan pembina (P3TinSel). Dia menyampaikan rasa kekhawatirannya tersendiri terhadap kelestarian Alam sekitar kita.

Maka kata Hardi butuh komitmen bersama seluruh masyarakat terhadap kepedulian kita untuk melestarikan lingkungan alam yang kita cintai ini.

“Mari kita bergandengan tangan seluruh organisasi yang ada di Kec. Tinombo Selatan tanpa terkecuali, untuk menjaga kelestarian alam kita, agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya. Siapa lagi kalau bukan kita” pungkasnya. (**)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here