Ini Prestasi Disdukcapil.!! Pemda Parimo Raih Pengharagaan Peringkat Pertama dari Kemendagri

0
64
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH MH

Jakarta || matarakyatindo.com Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menggagas kartu identitas bagi anak usia di bawah 17 tahun sejak 2016.

Gagasan ini kemudian dijalankan secara bertahap di seluruh daerah di Indonesia dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

Adanya KIA ini bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. KIA juga merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia.

Kinerja cakupan Kartu Identitas Anak atau KIA mencapai 100 persen, Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah Sulteng raih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Ada 10 Kabupaten dan Kota yang capaian kinerjanya untuk KIA sangat tinggi dan penghargaan urutan pertama diraih Kabupaten Parimo, disusul oleh Kabupaten ADM Kepulauan Seribu 98.28 %, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan 7 kabupaten lainnya” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH MH, di Jakarta, Selasa 6 Oktober 2020.

Ia mengatakan, sesuai arahan pemerintah melalui Mendagri bahwa Pelayanan Dukcapil harus menjaga standar pelayanan, harus menjaga standar moralitas dan juga harus menjaga standar mentalitas di dalam bekerja.

Rakornas dilaksanakan untuk kesamaan frekuensi, kesamaan organisasi kependudukan dengan tujuan yaitu membahagiakan masyarakat melalui pelayanan administrasi kependudukan.

Dengan 24 output layanan berupa kartu keluarga, kartu identitas anak dan KTP elektronik. Ditambah enam Akta, 14 surat keterangan dan satu biodata plus data kependudukan.

“Jadi, apa yang ada dalam undang undang administrasi kependudukan bisa direnungkan kemudian di dorong menjadi implementasi kebijakan pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan masyarakatnya,” urainya.

Manajemen kerja kata dia, harus diwadahi dalam strategi yang mudah diingat dan budaya kerja Dukcapil, yang selalu ia sebut “Dukcapil BISA” (Berkarya, Inisiatif, Sabar, Adaptif dan Amanah).

Ia mengingatkan, untuk menghindari korupsi dan bentuk lain termasuk percaloan.

“Strategi untuk mencapai kinerja daerah terbaik kuncinya adalah harus disiplin dengan target dan harus rajin,” terangnya.

Seluruh pemerintah daerah kata dia, harus rajin. Lakukan sistim jemput bola, kerjasama dengan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan TK atau PAUD.

Sehingga kata dia, antara Kartu identitas Anak dengan akte kelahiran bisa satu paket. Perekaman menurutnya bisa kerjasama dengan SMU dan Perguruan Tinggi tetapi tetap dengan protokol kesehatan.

“KIA dan Akte Kelahiran bisa kerjasama dengan Pendidikan. Kemudian, DAK sudah tersedia, jangan sampai uangnya tidak terserap. Kemudian TTE dan kertas putih jangan lupa dilaksanakan dengan baik. Sehingga, seluruh Dukcapil di Indonesia pelayanannya dengan standar yang sama,” tuturnya.

Berikut daftar Capaian Kinerja KIA Kabupaten Kota di Indonesia yang tertinggi.

  1. Tertinggi

Kabupaten Parigi Moutong 100 %

Kabupaten ADM Kepulauan Seribu 98.28 %

Kabupaten Hulu Sungai Selatan 97.58 %

Kabupaten Cilegon 95.67 %

Kabupaten Kendal 95.54 %

Kota Metro 94.00 %

Kota Salatiga 92.12 %

Kota ADM Jakarta Pusat 90.21 %

Kota Blitar 89.63 %

Tanah Bumbu 89.21 %

  1. Terendah

Kabupaten Paniai 0 %

Kabupaten Toraja Utara 0.07 %

Kabupaten Dairi 0.07 %

Kabupaten Sumba Barat Daya 0.01 %

Kabupaten Sumba Barat 0.01 %

Kabupaten Deiyai 0.02 %

Kabupaten Yalimo 0.02 %

Kabupaten Kepulauan Yapen 0.02 %

Kabupaten Malaka 0.02 %

Kabupaten Timor Tengah Utara 0.02 %

Kegiatan yang digelar secara virtual itu dari tanggal 6 -7 Oktober 2020 bertemakan “Peningkatan Kualitas Adminduk Menuju Satu Data Kependudukan”.

Penulis : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here