Ini Tujuan Bapenda Parimo Datangkan Investor Asing 

0
108

PARIMO | matarakyatindo.com – Dalam mengembangkan potensi sarang burung walet di kabupaten Parigi Moutong,

Bappenda Parigi Moutong memberdayakan para peternak burung walet yang telah proaktif membangun daerah melalui kerjasama dengan peternak dan FKS selaku investor. Dengan adanya ikatan kerjasama tersebut dapat melindungi petani walet di wilayah ini.

Dengan adanya kerjasama MOU tersebut, para peternak Burung Walet bisa membuat koperasi dan asosiasi sarang walet, dengan tujuan menguatkan koneksi dan koordinasi terkait usaha tersebut di Kabupaten Parigi Parimo, ” ungkap Badrun nggai SE, di agenda pertemuan dengan investor di Rujab Wabup, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Idrus hafied, menjelaskan bahwa mendorong percepatan program itu agar segera dilaporkan ke Kementan, Bagaimana Program prioritas ekspor peternakan sarana burung walet, program pengembangan ayam unggas, serta pengembangan ternak domba dan kambing.

“Alasan muncul program Walet adalah sangat mudah dikembangkan, tidak memakan biaya dan pasar cukup besar nilai ekspor tinggi. Burung walet memiliki dua potensi pasar yakni ekspor ke Cina yang konsumen terbesar walet,” ungkap Idrus.

Tak hanya itu kata dia berikutnya, kenegara lain seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, serta Vietnam.

Lanjutnya menambahkan Indonesia memiliki ekspor sebanyak 70 ton ke China secara resmi. Oleh itu FKS ingin mengambil pasar ekspor dengan cara tim karantina walet China akan mensurvei ternak walet.

“Tak akan datang kalau tidak cukup tempat pembersihan sarang walet yang steril. FKS dan Kementan akan membuat pasar baru guna mengantisipasi banyaknya ikon di daerah lain. Mereka datang membawa suatu sistem untuk tembus Pasar Baru,” jelasnya.

Ada dua sistem yang bisa dijalankan yakni sistem pemasaran ke Cina berupa pencucian sarang burung walet khususnya di badan karantina yang berada di Provinsi Sulteng. Setiap peternakan akan ada tanda register guna mendapatkan pemeriksaan oleh tim karantina.

“Jadi aturannya ada potensi bisa ke ekspor walet non ke China. Sementara yang baru diekspor ke China hanya sekitar 20 wilayah. Kementan terutama badan karantina akan merumuskan peraturan menteri dan petunjuk teknis,” tambah dia lagi.

Untuk bisa menjadi centra produksi sarang burung walet dan pilot project di Sulawesi Tengah solusinya berupa membentuk koperasi asosiasi. FKS hanya butuh nomor register memperkuat dan menghitung pasti jumlah kuota ekspor ke China.

Sementara itu perwakilan FKS ,Eka Sapanca, memberikan penawaran yang lebih mitra ekspor sarang burung walet berupa tawaran kontinuitas kerjasama. Dengan kontinuitas kerjasama dan dengan harga pasaran yang stabil adanya pembinaan khusus kepada peternak walet tentunya akan membantu kembangan usaha sarang burung walet.

Katanya untuk sementara waktu pihaknya tidak bisa mengakomodir adanya peternak yang mau membuat pencucian sarang burung walet dengan cara mandiri. Pasalnya untuk sarang burung walet yang diekspor memiliki kriteria dan standar yang tinggi. Sementara standarnya pencucian sarang burung walet harus melalui berbagai tahapan dan standar internasional.

Model pembinaan Fks terhadap ternak walet di Parigi Moutong berubah pembinaan karakter china market. Gunanya untuk mendapatkan kualitas yang dibutuhkan. Karena dalam waktu dekat akan segera direalisasikan.

Sementara itu syarat izin membangun akan sangat berpengaruh kepada registrasi kelompok sebab konsumen di Cina sangat tegas terhadap standar-standar yang sudah ditetapkan untuk mencapai kwalitas walet yang bagus.

Reporter : Deni Renaldi

Editor : Baim / Pde

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here