Isu Penculikan Anak SD Di Palu Tidak Valid, Begini Kata Orang Tua Widya

0
197

Foto : Saat Kapolres Palu menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan penculikan anak SD (F-BAIM)

PALU | matarakyatindo.com – Maraknya isu dan pemberitaan tentang penculikan anak usia Sekolah Dasar di Kota Palu yang santer beredar di media sosial (medsos) baik digrup Facebook maupun media lainya, membuat Kepala Kepolisian Resor Palu ( Kapolres) AKBP H. Moch Sholeh SIK,SH.MH angkat bicara.

Salah satu contoh kasus, ditemukannya sepasang baju Sekolah Dasar (SD) yang bertuliskan nama Widya, ditemukan tepat dibelakang Dealer Yamaha Banua Motor bilangan Jalan l Gusti Ngurah Rai Kecamatan Tatanga,Palu tadi siang, Selasa (21/01/20).

Kapolres Palu mengatakan terkait postingan beredar di Facebook ( Info Kota Palu) temuan 1 pasang baju sekolah SD Atas nama Widya hanya dugaan penculikan anak tidaklah valid informasinya alias tidaklah benar.

“Anggota kami mendatangi TKP dan telah di konfirmasi dari orang tua anak yang bernama Widya, bahwa baju tersebut bukan kasus penculikan anak melainkan dicuri pada Senin 20 januari 2020 sekitar pukul 19.00 wita TKP di tempat jualan orang tua korban Jl. I Gusti Ngurah Rai,” ungkap Kapolres.

Sementara itu pengakuan Orangtua Widya, Suarni (33) mengatakan baju anaknya dicuri ditempat Jualan dijalan Gusti Ngurah rai dari orang tak dikenal.

“Anak saya Widya tidak ada diculik itu hoax ( bohong)
saya jadi kaget didatangi oleh polisi ,kami kaget dan bertanya ada perlu apa pak ?,”ucap Suarni.

Saat memberikan keterangan ke pihak Kepolisian, dalam hal ini jajaran Polsek Palu Selatan bahwa tidak benar informasi itu, sebab anaknya berada di rumah ,hanya saja seragamnya hilang dicuri.

AKBP H. Moch Sholeh ,SIK.SH. MH menghimbau kepada masyarakat Palu khususnya orang tua murid harus bisa mengawasi dan menjaga anaknya pada saat sekolah luangkan waktunya baik menjemput maupun mengantarkan kesekolah.

“Mari kita jaga dan ciptakan lingkungan kita ini yang aman tertib dan kondusif, jalin tali persaudaraan di antara warga. Jangan mudah percaya akan adanya penyebaran berita bohong (Hoax) saring dulu kebenarannya sebelum dishare, ke sosial media (sosmed), tegas Kapolres. (##)

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here