Kades Tilung Dituding Korupsi DD 2019, Akhirnya Angkat Bicara.!!

1
878

Parimo – matarakyatindo.com Burhanudin, S.Ag, Kades Tilung, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah sebenarnya enggan komentari tudingan dan pemberitaan korupsi yang menyudutkannya baru – baru ini. Namun merasa harga diri dan nama baiknya dikoyak – koyak, ia pun angkat bicara.

Ditemui di kediamannya, pada Jum’at (03/04/20), Burhanudin membantah semua tudingan yang berkembang dimasyarakat terkait program yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2019 yang di anggap sebagian di belanjakan atau atau tidak sama sekali. Ia merasa ada pihak – pihak yang sengaja ingin menjatuhkan nama baiknya dengan melakukan fitnah.

Dirinya mengakui bahwa apa yang dituding oleh pelapor itu tidak benar.

“Pupuk yang mereka sampaikan sejumlah 105 sak dengan harga Rp. 16.800.000, sebenarnya hanya 80 sak saja Harga total Rp. 12.800.000 sesuai dengan printout dari aplikasi siskeudes 2019, dan laporannya mereka seperti dimedia adalah informasi yang bohong dan menyesatkan publik” Ujarnya

Bukti Printout Siskeudes yang di perlihatkan Kades Tilung (Foto : Ist)

“Peralatan TPA Harga total Rp 16.000.000, itu sebenarnya adalah Insentif Guru mengaji dan MTQ dengan anggaran Rp. 13.600.000, dan itu sudah dibayarkan, kalau masalah gaji begitu kita tidak mau tahan-tahan, kalau itu terjadi, pasti saya dilaporkan oleh mereka kepada camat, dan untuk  Pembelanjaan warung Rp. 16.000.000, saya sudah serahkan kepada 30 orang penerima, bukti berita acaranya ada dan ditandatangani asli oleh masyarakat penerima, di tambah lagi dengan biaya lomba Posyandu dan lansia masing-masing Rp. 3.000.000 itu, lagi-lagi tidak benar dan informasi menyesatkan, yang sebenarnya adalah anggaran itu hanya Rp. 2.000.000 setiap kegiatannya dan itu sudah terlaksana” Ketusnya

foto berita acara Bukti penyerahan bantuan warung (Foto : Ist)

Burhanudin kembali menjelaskan perihal anggaran lainnya.

“Mobiler Rp. 5.700.000, ini tidak jelas kalau mobiler apa, sedangkan Baju seragam posyandu Rp. 3.000.000, sebagian sudah ada, dan sebagian lagi masih menunggu pemesanan, karena ini dipesan secara online” Tambahnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa untuk biaya makanan lansia itu tidak ada di tahun 2019, makanan tambahan lansia ini ada nanti tahun 2020.

“Makanan tambahan lansia ini tidak ada di tahun 2019, karena saya menjabat nanti tanggal 24 Agustus 2019, yang ada di tahun 2019 adalah pembayaran insentif lansia sebanyak 40 orang @ 100.000/bulan dan itu di terima per tahap” Ungkapnya sambil menunjukkan bukti-bukti yang di perlihatkan langsung kepada media.

“Tudingan-tudingan itu tidak benar sama sekali, dimana korupsinya? Mereka membuat pengaduan dan pemberitaan yang mendiskreditkan saya. Saya akan menempuh jalur hukum atas dasar fitnah dan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Menutup sesi wawancara, Burhanudin, S.Ag berpesan kepada para pihak untuk belajar dewasa dalam menyikapi persoalan, membiasakan diri klarifikasi sebelum menyebarluaskan informasi yang belum tentu kebenarannya, agar tidak terjadi fitnah yang dapat merugikan semua pihak.

Reporter : TIM

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here