Kapolres Morowali : Kasus Percobaan Penculikan Anak di Bahomoleo Tidak Benar Terjadi

0
565

Morowali || matarakyatindo.com Kasus percobaan penculikan anak di Desa Bahomoleo Kec.Bungku Tengah Kab.Morowali pekan lalu (17/1), yang sempat menghebohkan masyarakat luas akhirnya terungkap kebenarannya.

Melalui gelar konfrensi Pers di Mapolres Morowali (24/1) dengan menghadirkan korban bersama kedua orang tuanya, Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguno SH, S.IK, M.IK Menegaskan kasus percobaan penculikan anak di desa Bahomoleo tidak benar terjadi.

Bayu menjelaskan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalah pahaman, awal mula cerita tersebut ketika kedua anak Is (13) dan adiknya Ha (10), bersembunyi di semak-semak dekat rumahnya karena takut tidak bisa mengikuti pelajaran mengaji karena dianggapnya terlalu sulit.

Kemudian, guru ngajinya mencari karena sedang ada isu penculikan anak, saat itulah menjadi ramai di masyarakat, orang-orang atau warga sekitar juga ikut meramaikan bahwa ada terjadi penculikan terhadap kedua anak tersebut.

Dan seketika saat itu menjadi ramai, waktu saat itu sekitar pukul 20:00 wita, adik-adik yang tadinya bersembunyi di semak-semak keluar dari persembunyiannya melalui jalan dan bertemu dengan pamannya.

Kemudian, pamannya membawa kedua anak itu kerumahnya, ternyata dirumahnya sudah ramai orang-orang dan sedang diperguncingkan bahwa mereka diduga sebagai korban dari aksi penculikan.

Karena kedua anak tersebut memendam rasa ketakutan karena tidak ikut mengaji, akhirnya mengiyakan pertanyaan dari setiap orang sehingga makin memperparah situasi.

Disitulah awal mulanya, ramai di perbincangkan masyarakat luas dan diposting melalui media (Medsos), telah terjadi percobaan penculikan anak.

Saat itu pun dilaporkan kedua anak tersebut, telah menjadi korban percobaan penculikan anak oleh 4 orang yang tidak dikenal dengan menggunakan kendaraan minibus jenis Avanza warna putih.

Dalam laporan dijelaskan kedua anak tersebut melawan dan meronta dalam mobil, sehingga akhirnya bisa meloloskan diri.

Kemudian, dari Polres Morowali dibantu polsek Bungku Tengah melakukan penyelidikan mendalam, terkait dengan peristiwa tersebut.

Setelah menelusuri satu demi satu kejadian yang dilaporkan, termasuk ada sekitar 7 orang saksi yang sudah diperiksa, Akhirnya mencapai titik terang dan terungkap kebenarannya, bahwa apa yang dilaporkan, soal percobaan penculikan anak ternyata tidak terbukti.

”Jadi pada kesempatan ini, kami tegaskan adanya informasi percobaan penculikan anak tidak benar terjadi dan tidak terbukti, wilayah hukum Kab.Morowali aman dari kasus penculikan anak” Jelas Perwira dua bunga dipundaknya itu.

Diakhir penyampaian, pria jebolan Akpol itu berharap agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga buat masyarakat luas, bila mendapatkan informasi atau suatu kejadian segera menghubungi pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi sebenarnya.

Jangan sampai berurusan dengan hukum gara-gara menyebarluaskan/memposting informasi yang salah seperti kejadian satu hari lalu, adanya orang yang kemudian mentransmisikan berita bohong, yang pada akhirnya dengan berat hati harus dilanjutkan ke proses hukum.

”Pada kesempatan ini kami juga menghimbau kepada masyarakat agar menanyakan langsung setiap informasi yang diterima dan jangan mudah termakan isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi sampai menyebarluaskan hoax atau informasi bohong bakal berurusan dengan hukum karena ada UU ITE yang menjeratnya,” Harap Bayu.

Ditempat yang sama, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kab.Morowali Samsiar menuturkan bahwa pihaknya dari Dinas selalu melakukan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di 9 Kecamatan, dan juga biasa menghadiri setiap kegiatan forum anak sebagai fasilitator serta selalu aktif dalam setiap kegiatan anak-anak.
Untuk itu pada kesempatan ini juga kami menghimbau kepada semua orang tua, agar senantiasi mengawasi anaknya 1×24 jam, seperti mengantar ke sekolahnya sampai di depan sekolah dan menjemput saat pulang sekolah, jangan dilepas begitu saja.

Begitu pun saat ada kegiatan tambahan seperti mengaji, jangan cuma disuruh pergi mengaji tetapi harus diantar sampai di tujuan.

”Jadi, kami mohon kerjasamanya kepada semua orang tua yang ada di rumah untuk selalu memantau dan mengecek anaknya demi keselamatan anak-anak kita,” Pinta Samsiar.

Sementara orang tua anak, Ayah Is dan Ibunya Ar menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang sudah meresahkan masyarakat luas, bahwa kejadian tersebut sesuatu yang tidak ketahui dan tidak disengaja.

”Kami selaku orang tuanya memohon maaf atas kejadian ini, tidak ada kesengajaan atas
kejadian ini, apa yang dilakukan oleh anak kami, sekali lagi saya meminta maaf kepada masyarakat Morowali,” Ucap Ayahnya

Camat Bungku Tengah melalui Kasi Pemerintahan dan Trantib Arman menyampaikan bahwa kejadian percobaan penculikan anak pekan lalu, pihaknya sudah sampaikan kepada masyarakat baik di staf maupun disekitar lingkungan agar jangan percaya sepenuhnya tapi harus selalu waspada.

”Jangan percaya tetapi kita harus selalu waspada, kepada kepala desa di Kec.Bungku Tengah untuk selalu meningkatkan keamanan dan ketertiban, seperti melaksanakan ronda malam,” Himbaunya.

Selain Kapolres, turut mendampingi Wakapolres Morowali Kompol H. Amir, Kapolsek Bungku Tengah AKP Rapar, Kabid Perlindungan Anak Dinas PMPD Samsiar, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kantor Camat Bungku Tengah Arman, sejumlah anggota Polres Morowali dan kedua orang tua korban serta kedua anaknya.

Reporter : Tar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here