Kapolsek Himbau Agar Jemaat GPDI Betlehem Luwuk Menahan Diri

0
215

BANGGAI | matarakyatindo.com – Kapolsek Luwuk, AKP Petrus A. Matasik menghimbau kepada jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdi), Banggai, Sulawesi Tengah, untuk bersama menjaga kondisi kemanan dan ketertiban (Kantibmas).

Himbauan itu disampaikan oleh AKP Petrus A. Matasik saat menenangkan sekelompok anggota GPdi Gereja Betlehem yang melakukan pembukaan segel pintu Gerbang Gereja Pantekosta Betlehem, di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kamis (02/07/2020), sekitar pukul 10.00 Wita.

AKP Petrus meminta agar perseteruan  dua kubu antara kubu pendeta (Pdt) Selvi, dan Pdt Hendrik Suangga, diselesaikan tanpa harus menggangu kondisi keamanan dan kenyamaan masyarakat lain terlebih khusus warga yang berada di sekitaran Gereja Betlehem Karaton.

“saya minta kedua kubu untuk saling menahan diri, ini persoalan internal jemaat GPdi saya harap kedua kubu saling menahan diri dan di selesaikan persoalan ini secara damai” himbau AKP Petrus A. Matasik.

Organisasi GPdi Gereja Betlehem terjadi perpecahan antara kubu Pdt Selvi dan Pdt Hendrik Suangga.

Persoalan itu bermula saat induk organisasi GPdi pusat mengeluarkan surat keputusan (SK) pemberhentian Pdt Selvi dari jabatannya sebagai Pendeta atau gembala Jemaat di Gereja Pantekosta Betlehem Luwuk serta mengangkat Pdt Hendrik Suangga sebagai pengganti.

Namun SK tersebut justru menjadi polemik di gereja itu. karena sebagian jemaat menginginkan Pdt Selvi tetap menjadi ketua jemaat Gereja dan menolak SK GPdi pusat.

Sedangkan kelompok lainnya mendukung pergantian Pdt Selvi dan menerima Pdt Hendrik Suangga sebagai pengganti.

Polemik tersebut kemudian berlanjut, kubu Pdt. Selvi melakukan penyegelan gereja Betlehem.

Sementara kubu Pdt Hendrik Suangga pada Kamis (02/07), sekitar pukul 10.00 wiita, melakukan pembukaan pintu gerbang dan pintu gedung gereja.

Pembukaan itu mendapat protes keras dari kubu Pdt. Selvi yang sedang berada dalam gereja. Beruntung aparat keamanan langsung menenangkan kedua belah pihak.

Polisi memanggil ke dua kubu untuk di mediasih di Kantor Mapolres Banggai. Proses mediasi terjadi kesepakatan kedua belah pihak.

Kesepakatan itu terdapat Tiga poin. Pertam, Bahwa kedua belah pihak sepakat untuk tidak melaksanakan kegiatan ibadah umum didalam gedung gereja Betlehem dan Pastori selama proses gugatan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Luwuk.

Dua, Kedua belah pihak sepakat untuk memalang dan mengunci akses pintu masuk dari pastori ke gedung gereja. Tiga. kedua belah pihak bersedia mematuhi keputusan pengadilan atas gugatan yang dilakukan.

Kesepakatan itu ditantangani oleh Pdt Selvi dan Pdt Hendrik Suangga.

Reporter : Ramli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here