Kasus Kekerasan Perempuan Dan Perlindingan Anak (PPA), Pencabulan Tertinggi Diparimo

0
125

PARIMO matarakyatindo.com Polres Parigi Moutong (PARIMO) Sulawesi Tengah menggelar Konferensi Pers Di halaman Mako Porlres Parimo Parimo Rabu 17/8/2022, dalam Konferensi Pers Yang di laksankan pada peringatan HUT RI Ke-77 dimana Polres Parimo Berhasil Mengungkap Beberapa Kasus yamg telah di tangani.

Kepada para awak media Kasat Reskrim Iptu Dikcy Armana Surbakti di dampingi Kasi Humas Iptu J Turangan dan Aipda Daud Samaralau selaku Kanit PAA Polres Parimo. Membeberkan sejumlah kasus yang telah berhasil di ungkap Sat Reskrim Polres Parimo.

Dimana diantaranya kasus Pencurian sepesialis pembobolan rumah serta kasus yang marak terjadi, kasus tersebut adalah kasus Perlindungan Perempuan dan Anak dibawah umur (PPA).

“Keberhasilan polres parimo dalam mengungkap kasus merupakan kerja keras anggota sat reskrim dalam upaya memberantas tindak kejahatan di wilayah hukum polres parimo.

Kepada para awak media Kasat Reskrim Dicky Armana, menyampaikan kasus yang telah berhasil di ungkap adalah kasus pembobolan rumah, pencurian cengkeh dan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di bawah umur PPA (Pencabulan).

“Dicky, mengatakan perkara kasus tindak pidana umum, pencurian ada tiga pelaku satu di antaranya masih buron, pelaku merupakan sepesialis bongkar rumah adalah residivis yang telah lama kami cari. Di mana ada beberapa TKP yang dilakukan yang bersangkutan dan cara berulang-ulang.

Selain itu kasus pencurian buah cengkeh TKPnya di wilayah kasimbah modus operandinya pelaku mengambil buah cengkeh yang diaimpan dalam rumah korban tersangka masuk demgan cara memanjat dinding pelaku sudah dua kali melalukan pencurian. “Kepada pada tersangka dihukum 7 tahun penjara. Ungkapnya.

Sementara itu, Kanit PPA Ipda Daud, menjelaskan ada 7 kasus pencabulan (PPA) sudah diamankan dan sudah naik tahap dua. Selain itu pelecehan seksual kepada anak dibawah umur juga terdapat salah satu korban adalah anak tiri serta anak landung dari pelaku.

Kata Daud, 5 pelaku lainya merupakan orang terdekat dari korban dengan modus memacari korban dengan janji serta menikahi para pelaku di ancam dengan pasal 81 ayat (2) Nomor 17 RI tahun 2017 dengan hukum minimal 5 tahun pejara dan maksimal 15 tahun hukuman badan. Tutupnya.

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here