Kasus Kematian Karena HIV -AIDS Capai 16 Kasus…! Wabup Mengajak Bersama Melakukan Penekanan 

0
228
Editor : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong bersama petugas medis puskesmas, tenaga sukarela dan petugas kesehatan rumah sakit mengikuti Pelatihan Konselor bagi Pengelola Program HIV AIDS dan Sukarelawan Layanan Konseling dan Test HIV tingkat puskesmas Se-kabupaten, Jumat (27/20/2020).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ni Made Muliani, SKM dalam laporannya mengatakan, kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 6 hari dimulai Jumat (27/11) sampai (1/12/ 2020) menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta pole play berlangsung di hotel THS Kampal.


Ni Made Muliani mengungkapkan, saat ini Kementerian Kesehatan terus berupaya dalam menanggulangi HIV AIDS di Indonesia.

Ia mencontohkan beberapa upaya yang dilakukan antara lain perluasan pintu masuk penemuan kasus baik melalui layanan konseling dan test HIV secara sukarela maupun skrining test HIV.

Kemudian dilanjutkan dengan penyediaan akses pada layanan ARV dimana terapi ARV bukan hanya bermanfaat sebagai pengobatan namun juga sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit ini.

Saat ini Dinas Kesehatan adalah sebagai perpanjangan tangan dari kementerian kesehatan dan terus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian HIV AIDS.

“Membantu setiap orang mendapatkan akses pelayanan baik dari segi informasi, edukasi, terapi, bahkan dukungan psikososial” urainya.

Penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini bertujuan agar daerah Parigi Moutong mempunyai konselor terampil yang dapat mempersiapkan atau memberikan layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang baik dan bermutu, kata Muliani.

Sementara Wakil Bupati H.Badrun Nggai SE dalam sambutannya mengatakan, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi dengan status terkonsentrasi HIV dan dinyatakan tidak bebas dari HIV AIDS.

Bahkan diperkirakan saat ini, HIV AIDS sudah terdapat dilebih dari separuh kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tengah, salah satunya kabupaten Parigi Moutong, kata Wabup.

Sedangkan pada tahun 2019 terjadi sebanyak 38 kasus HIV dan AIDS sebanyak 16 kasus dengan jumlah kematian akibat AIDS pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus.

Dalam rangka mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) khususnya skrining pada orang yang berisiko terinfeski HIV dan skrining pada populasi kunci HIV, Kabupaten Parigi Moutong telah berupaya dalam menanggulangi HIV AIDS.

Adapun upaya yang telah dilakukan antara lain perluasan pintu masuk penemuan kasus, baik melalui layanan konseling test HIV secara sukarela maupun skrining test HIV atas inisiasi petugas kesehatan.

“Saya ingin menyampaikan bahwa dengan meningkatnya penemuan kasus HIV, kami mengajak untuk bersama-sama ikut membantu mewujudkan Parigi Moutong agar dapat meperoleh sertifikat pembebasan menuju eliminasi HIV AIDS dengan selalu berperan aktif dalam penemuan kasus, sehingga penyebaran HIV maupun AIDS di daerah ini dapat kita tekan seminimal mungkin.” pungkas Wabup Badrun.

Sumber : Humas Pemda Parimo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here